|
Seorang dokter yang juga pemimpin redaksi sebuah majalah kesehatan, memilih menari sebagai sebuah jalan untuk mejadi diri sendiri. Ketika menari ia merasa lepas dari embel-embel yang lain, hanya dirinya sendiri. Sebelumnya, ia merasa terlalu jenuh. Pekerjaan menuntutnya untuk banyak melakukan aktivitas melelahkan.
Tiba di rumah, sebagai seorang ibu dan istri, ia merasa kewajibannyalah untuk meluangkan waktu bersama keluarga. Ia merasa perlu untuk melakukan relaksasi sejenak, tapi waktu itu tak pernah hadir. Ketika kemudian ia tidak tahan lagi, ia memutuskan untuk menemukan ‘present moment’ yang pernah hilang karena terus menerus berkejaran dengan kegiatan. Dan pilihannya adalah menari.
Ada artis dan presenter yang memilih untuk membaca dan menulis sebagai waktu untuk diri sendiri. Ketika ia melakukan itu, dunia menjadi miliknya. Ia tak bisa diganggu. Seluruh konsentrasi bisa tercurah pada buku yang dibacanya, dan ia akan tenggelam di situ. Buku, bagi pesohor itu, adalah sarana untuk datang dan pergi memasuki ruang di dalam dirinya.
Psikolog menyebut apa yang dilakukan dokter dan artis tersebut sebagai upaya penting untuk menemukan ruang bagi diri sendiri. Ruang-ruang seperti itu punya efek yang baik untuk memelihara fisik, mental dan jiwa seseorang di tengah hiruk pikuk persoalan hidup. Ibarat baterai, ia perlu untuk di-charge supaya dapat berfungsi optimal. Berada di ruang itu, seseorang akan merasa memperoleh energi baru untuk meneruskan aktivitas.
Setiap wanita perlu menemukan ruang untuk diri sendiri atau istilah lainnya adalah ‘me time’. Bukan hanya wanita yang bekerja, ibu rumah tangga juga perlu berada dalam ‘me time’ di waktu-waktu tertentu. Saat di mana seorang ibu menjadi dirinya sendiri, melakukan hal-hal yang menyenangkan hatinya dan membuat dirinya menjadi lebih baik untuk menjalankan kegiatan berikutnya.
Ibu rumah tangga sering kali terlalu tenggelam dengan pekerjaannya. Mengurus suami dan anak-anak, mengurus rumah, dan melakukan hal lain. Rasanya selalu ada saja pekerjaan yang harus diselesaikan. Baru saja selesai mencuci, sudah harus memasak. Ketika hidangan sudah tersaja, anak-anak menuntut untuk diperhatikan. Sambil menjaga anak-anak, rumah perlu untuk dibereskan. Ketika anak-anak tidur, setrikaan menunggu untuk dikerjakan. Selesai menyetrika, sudah ada lagi cucian kotor, mainan yang berantakan, kotoran di lantai yang perlu disapu, dan masih banyak lagi.
Berhentilah sejenak. Luangkan waktu untuk menjalankan kegiatan yang menyenangkan diri sendiri. Lakukan hal-hal yang membuat kita menjadi diri sendiri. Hal-hal yang membuat kita bersemangat menjalani hari-hari. Barangkali ada yang merasa dapat mengisi kekosongan jiwa dengan melukis, membaca, menari, atau menulis Ada sebagian orang yang menemukan dengan berdiam diri di ruang khusus dan merenung mampu memberikan seseorang waktu untuk bebas, lepas dari tuntutan pekerjaan, dan memberi energi baru yang mencerahkan. Ada yang pergi ke suatu tempat khusus, memanjakan diri sendiri dengan dipijat, atau berada di spa.
Apa pun pilihan kegiatan yang ingin dilakukan untuk mengisi ruang bagi diri sendiri, pastikan hasilnya adalah jiwa yang lebih bersemangat menjalani hari-hari selanjutnya. |