We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kecantikan arrow Manakah Yang Tepat, Mempercepat Atau Menunda Kelahiran Bayi?
Manakah Yang Tepat, Mempercepat Atau Menunda Kelahiran Bayi? E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 22 November 2007

Bagi setiap wanita yang telah menikah, kehamilan adalah sebuah anugerah yang melengkapi kebahagiaan berumah tangga. Anugerah kebahagiaan ini memberikan banyak kesempatan pada calon ibu untuk menyerap berbagai pengalaman yang diakibatkan perubahan fisik dan psikis selama kehamilan. Dukungan dari sang suami dan keluarga terdekat sangat besar artinya bagi calon ibu dalam menjalani fase kehamilan ini.

Disisi lain, minimnya informasi seputar dunia kehamilan kerap mendatangkan kebingungan tersendiri. Salah satunya adalah kebanyakan ibu hamil kurang mempunyai referensi tentang dokter kandungan. Mereka juga bingung, manakah yang dapat memberikan pelayanan terbaik, bidan atau dokter kandungan? Bahkan masalah tak berhenti ketika mereka telah menentukan pilihan untuk berkonsultasi pada salah satunya. Inilah yang dialami salah seorang Mom yang curhat pada forum diskusi maya ini tentang perkiraan hari lahir (PHL) bagi bakal calon anak pertama mereka.

Kebahagiaannya itu sedikit terusik dengan informasi yang disarankan oleh dokter tempatnya berkonsultasi. Saat ini, usia kehamilan Mom Vi sebut saja demikian namanya, memasuki minggu ke 39 dengan perkiraan berat badan bayi berkisar antara 3700 – 3800gr. Sementara hasil deteksi Ultrasonografi yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan tersebut menerangkan bahwa berat badan bayi berkisar 3500 – 3600gr. Selanjutnya sang dokter menyarankan si ibu untuk menghindari berat badan bayi mencapai 4000gr keatas dengan asumsi bahwa berat badan bayi kisaran angka tersebut akan mempersulit proses persalinan normal nantinya. Oleh karena itu akan dilakukan tindakan, minimal induksi agar dapat melahirkan lebih awal.

Akhirnya konsultasi hari itu diakhiri dengan sebuah tanda tanya besar dibenak Mom Vi. Menurutnya penjelasan tersebut sungguh janggal. Ia justru berpikir, setiap wanita sebenarnya dapat melahirkan dengan normal bila selama menjalani kehamilan tidak menemukan gangguan tertentu. Kecuali  jika sang ibu memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, epilepsi, atau adanya tanda-tanda bermasalah lainnya. Risiko tersebut dapat menyebabkan kematian pada bayi, ibu, atau bahkan keduanya. Untuk kondisi seperti itu setelah observasi yang mendalam, maka perlu segera diambil tindakan oleh sang dokter. Tapi bila alasan yang dikemukanan  hanya takut beratnya lebih dari 4000gr kemudian harus dipercepat proses kelahirannya, sungguh aneh kedengarannya. Bukanlah ibu yang sengaja mempercepat kelahiran akan membahayakan kehidupan sang bayi karena ia belum cukup umur atau prematur. Apalagi kehamilan ini belum melewati batas maksimal kehamilan, yaitu 42 minggu, meski demikian pemantauan tetap diperhatikan dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas amnion (air ketuban), kondisi plasenta (tidak berkalsium-berkapur) dan detak jantung bayi yang normal karena suplai darah dan oksigen cukup.

Terlebih lagi, ajang curhat pendapat dan pengalaman di forum diskusi maya inipun mematahkan argumen sang dokter. Salah satu Mom menanggapi diskusi ini dengan membagi pengalaman ibundanya. Sang Bunda telah melahirkan 3 orang anak. Si sulung yang berposisi sungsang dapat dilahirkan secara normal dengan bobot bayi 3200gr. Setelah itu anak kedua dan ketiga pun dilahirkan dengan normal meski berat badan mereka 4000gr dan 4500gr. Berdasarkan pengalaman ini Mom tersebut menyarankan untuk taat pada perkiraan hari lahirnya saja alias tak perlu ’memaksakan’ pertemuan dengan buah hati tercinta bila memang tidak mengalami gangguan kehamilan. Bila memang tiba saat melahirkan dan ibu mengalami kesulitan melahirkan karena sang ibu sudah kelelahan menahan sakit, kalau memang terpaksa untuk di sectio, lakukan saja selama pilihan itu adalah pilihan terbaik untuk Ibu dan bayi.

Akhir dari curhat Mom Vi di atas, setidaknya dapat disimpulkan bahwa setiap pasien mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dengan menggunakan bantuan bidan maupun dokter kandungan. Namun, apa pun yang dilakukan oleh seorang bidan maupun dokter kandungan sudah ada standar kerja yang baku. Lepas dari semua itu, yang terpenting adalah rasa nyaman sang ibu. Jika ibu merasa nyaman dengan bidan atau dokter kandungan yang memeriksanya, dia pasti akan melahirkan buah hatinya dengan tenang karena sebuah proses kelahiran menuntut rasa percaya diri dan ketenangan yang tinggi dari sang ibu.


Wallahu’alam...
Ina

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement