We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Mengajari Anak Egois dan Mau Menang sendiri
Mengajari Anak Egois dan Mau Menang sendiri E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 22 November 2007

Seorang mommy yang bersama keluarga mengikuti acara HBH di Gelanggang Samudra Ancol curhat di milis. Saat itu penonton yang hadir sangat padat mengakibatkan semua pengunjung harus antri baik di arena tontonan maupun di arena bermain.
 
dak hancur. (HI/WRM)

Nah disini masalahnya. Saat mommy menemani anak-anak untuk antri di salah satu wahana yang hanya memperbolehkan anak-anak untuk bermain, mommy melihat eorang anak yang ditemani ibunya dan malah diangkat oleh sang ibu untuk melewati pagar antrian sehingga ia dengan mudah dapat berlari mendapatkan giliran, padahal di depanya banyak anak mengantri.
 
Mommy bersyukur, anak-anaknya tak ingin meniru cara tersebut.
 
Ternyata setelah permainan selesai dan anak-anak mommy mencapai gilirannya untuk bermain, mommy melihat bahwa anak tersebut mendapat instruksi dari bunya untuk memutar (tanpa keluar drai barisan antrian)dan bermain kembali tanpa diketahui oleh petugas. Jadi anak itu bermain dua kali, sementara banyak orang masih mengantri untuk mendapatkan gilirannya bermain.
 
Mommy prihatin setelah mengetahui bahwa ibu anak tsb ternyata orang yang dikenal, dan orang yang berpendidikan. Mommy menyayangkan mengapa ibu tsb mengajarkan anak untuk menjadi egois, menang sendiri dan menghalalkan cara untuk mencapai tujuan. Akhirnya mommy menyampaikan kepada anak-anaknya bahwa hal tersebut adalah hal yang tidak baik dan tidak boleh ditiru.
 
Tanggapan yang masuk dari mommies:
 
1. Menegur ibu tersebut dengan cara yang halus dan tak usah malu-malu. Ini baik untuk anak-anak agar mereka juga ngerti bahwa yang ibu tersebut lakukan kurang benar dan anak-anak mommy akan menerti bahwa mommy tidak suka dengan cara ibu tersebut. Dengan itu mommy telah memberikan pendidikan disiplin pada anak-anak  juga. Banyak orang tua yang kurang berhati-hati dengan pendidikan anak-anak mereka.
 
2. Memang kecurangan yang ada di sekitar kita sering membuat kita "iri". Kalau kita tidak tahan, kita bisa ikutan curang dengan dalih "Habis yang lain juga gitu sih...". Menurut mommy, yang merasa titik didihnya rendah, pasti mommy akan langsung menyentil ibu ybs,"Itu namanya ngajarin anak curang, Bu."
 
Mommy pernah membaca di majalah Ummi tentang pengalaman seorang ibu guru. Si guru memberi nilai ulangan jelek pada seorang anak karena jawabannya banyak yang salah. Keesokan harinya si anak kembali lagi ke gurunya untuk memprotes, mengapa jawaban benar kok disalahkan. Setelah diperiksa ulang, si guru kaget juga. Oh iya, mengapa jawabannya benar semua? Ternyataa...saat di rumah, ibunya menghapus jawaban si anak yang salah dan menggantinya dengan jawaban yang benar. Kemudian menyuruh si anak protes ke gurunya. Mommy terkejut! Ternyata kadang ada juga "neraka di bawah kaki ibu" (buat para anak harus hati-hati:)).
 
Semoga kita tetap teguh berada pada "jalur" yang benar dalam mendidik anak-anak agar tidak negeri kita ti

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement