We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Jadilah Pahlawan Bumi
Jadilah Pahlawan Bumi E-mail
Pengirim: Gita Sukardi   
Kamis, 22 November 2007

 Merasa akhir-akhir ini suhu udara rasanya panas sekali? Seorang teman bercerita kalau suhu udara kemarin-kemarin di Jakarta pernah mencapai 40 derajat Celsius? Kenapa ya?

 

Global warming……

Di tahun 2100 mendatang diperkirakan suhu permukaan bumi akan meningkat 1.5 hingga 4.5 derajat Celsius yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut hingga 95 cm. Diperkirakan hampir 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam.

Aduh…! Panik nggak sih? Gimana masa depan anak cucu kita nanti? Akankah mereka masih bisa menikmati gemericik air sungai, kicauan burung pipit dan lembabnya lelumutan di tepi air terjun? Inikah pertanda kiamat sudah dekat?

Daripada cuma bisa ngomel panjang lebar, nyalahin sana sini, lebih baik kita mulai take action! Nggak harus nunggu jadi presiden, jadi aktivis pecinta lingkungan, punya kekuatan super atau punya duit segunung dulu baru bisa jadi pahlawan penyelamat bumi.

Seperti apa yang dikatakan oleh seorang mubaligh kondang: Lakukan sekarang, mulai dari diri sendiri, dan dari hal kecil.

Jadi…tunggu apa lagi?
Yuk…, singsingkan lengan baju…!
Kita pelihara bumi biru kita ini bersama-sama!

REDUCE

Konsumsi barang seperlunya/secukupnya saja. Jangan berlebihan. Gunanya untuk mengurangi sampah. Yang bisa kita lakukan:

1. Mengurangi pemakaian kantong plastik.
Diperkirakan setiap tahunnya 500 milyar hingga 1 trilyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Kebanyakan berakhir menjadi sampah yang menyumbat aliran sungai. Kantong plastik membunuh sedikitnya 100.000 ekor burung, ikan paus, anjing laut dan penyu setiap tahunnya akibat tercekik atau tertelan.

a. Bawa tas belanjaan sendiri atau kantong plastik yang ada di rumah. Gunakan tas belanjaan yang kuat agar awet digunakan berkali-kali. Sampah yang paling susah terurai dan penyebab banjir paling utama adalah kantong plastik karena sifatnya yang tahan air. Banyak penyu juga mati terjerat plastik karena mengira plastik bening itu adalah ubur-ubur, makanannya. Menyedihkan bukan? Setiap kali pergi berbelanja atau sekedar jalan-jalan ke pertokoan/swalayan, bawalah tas belanjaan sendiri. Kita tak akan pernah menduga seberapa besar jasa kita terhadap lingkungan hanya dengan membawa kantong belanjaan sendiri! Mintalah kantong plastik atau tas belanjaan seperlunya saja. Tas kertas atau plastik sama bahayanya. Mereka cuma menumpuk sampah saja.  Letakkan tas belanjaan di mobil dan kantor.

Di India, pemerintahnya malah telah memberlakukan peraturan tatacara perplastikan. Maksudnya, ada peraturannya untuk ketebalan segala jenis plastik untuk mempermudah kemampuan daya urainya. Di setiap plastik kemasan juga musti dicantumkan nama pabrik pembuat plastik tersebut lengkap dengan alamatnya!  Toko Ikea di seluruh dunia, yang terkenal dengan furnitur kompaknya, menerapkan fee untuk setiap kantong plastik yang diminta konsumen. Jadi kantong belanjaannya itu harus bayar. Bagus juga! Dengan demikian, konsumen dipaksa untuk berhemat sekaligus menyayangi lingkungan. Di swalayan-swalayan Australia, konsumen umumnya membawa tas belanjaan sendiri dan jarang meminta plastik sebagai bungkus belanjaannya.

Bagaimana dengan Indonesia? Seyogyanya swalayan-swalayan besar dan ternama nggak gampang menyodorkan kantong plastik ke pelanggannya dan tanggap terhadap ancaman lingkungan.

b. Belanjalah dalam kemasan besar. Selain lebih murah harganya, kemasannya juga lebih irit. Kurangi pembelian dalam bentuk sachet, karena kemasan sachet itu paling sukar terurai.

c.Belilah produk dengan minimal kemasan. Di tahun 1990, laporan EPA menyebutkan bahwa 30% sampah itu berasal dari kemasan yang dibuang.

d. Alih-alih kemasan sekali pakai langsung buang, gunakan peralatan makan yang bisa digunakan kembali, seperti toples atau lunchbox. Bawalah minuman dalam termos atau tumbler daripada air kemasan atau karton. Hindari pemakaian styrofoam untuk wadah makanan. Selain bisa meracuni makanan, juga sulit untuk terurai. Minimalkan konsumsi alat makan sekali pakai, seperti sumpit, sendok-garpu plastik atau tisu.

2.Hemat air.
a. Matikan keran/shower pada saat menyabun anggota tubuh, cuci tangan atau keramas.
b. Gunakan segelas air matang pada saat sikat gigi atau kalau pakai air keran, matikan keran pada saat menyikat gigi.
c. Siramlah tanaman dengan menggunakan air bekas mencuci sayuran/beras atau air tadah hujan. Jangan pakai selang yang lebih boros air. Siramlah tanaman di pagi atau sore hari di mana penguapan tidak begitu besar dibanding pada saat tengah hari/siang bolong.
d. Cucilah mobil menggunakan air di ember.

3.Hemat listrik. Menghemat penggunaan listrik berarti membantu mengurangi pencemaran udara.
a. Matikan peralatan listrik seperti pendingin udara, lampu, televisi dan komputer saat tidak digunakan.
b. Peralatan listrik seperti dvd player dalam posisi ’standby’ juga mengkonsumsi listrik. Jadi matikan saja bila tidak sering digunakan.
c. Charger handphone juga cabut bila tidak dipakai.
d. Maksimalkan pencahayaan alami dari matahari untuk rumah kita, seperti pemakaian genteng kaca dan langit-langit yang tinggi supaya sejuk.
e. Gunakan peratan listrik yang hemat energi seperti bohlam fluorescent. 10 kali lebih awet tapi hanya mengkonsumsi ¼ energi dari bohlam biasa.
f. Suhu pendingin udara yang rendah mengkonsumsi banyak listrik. Pakailah baju tidur yang sejuk dan ringan serta minimalkanlah penggunaan selimut tebal.
g. Pintu kulkas yang sering dibuka tutup atau dibuka lama-lama itu boros listrik. Bukalah pintu kulkas seperlunya dan jangan memasukkan makanan yang masih panas karena makanan panas menyebabkan kulkas bekerja ekstra untuk mendinginkannya.

4. Gunakan baterai isi ulang. Baterai sekali pakai kelihatannya lebih murah, tetapi kalau dibuang, berpotensi untuk meracuni air dan tanah karena unsur timbal/merkurinya.

5. Untuk meminimalkan polusi udara dan penggunaan bahan bakar yang berlebihan, sedapat mungkin gunakanlah kendaraan umum atau car-pool (mencari teman searah setujuan dalam satu mobil). Catatan: kalau di Jakarta sih agak susah ya? 

REUSE

Pikirkanlah cara-cara unik dan kreatif untuk memanfaatkan kembali barang-barang yang ada di sekitar kita:

1. Kertas dipakai bolak-balik saat menge-print, menulis atau memfotokopi.
2. Sampul buku dari kertas tak terpakai lagi, seperti kertas kado, kertas pembungkus, kertas koran atau kertas majalah.
3. Minimalkan menge-print. Sedapat mungkin file-lah secara soft-copy atau online.
4. Gunakan buku tulis sampai habis.
5. Buatlah buku catatan, notes atau buku gambar anak-anak dari kertas folio yang sudah tak terpakai .
6. Struk belanjaan bisa dipakai untuk menulis daftar belanjaan.
7. Amplop/map bisa dipakai kembali.
8. Plastik pembungkus majalah/buku/undangan bisa digunakan untuk wadah stiker, kancing, permen atau barang-barang kecil lainnya.
9. Secara berkala, sumbangkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi di rumah kita, seperti pakaian, buku pelajaran ke yayasan sosial.


RECYCLE

Belilah produk yang bisa didaur ulang (ada tanda daur ulangnya).


THINK GREEN, ACT GREEN (TANAMLAH POHON)

Minimalkan menyemen atau membuat paving halaman rumah kita. Semakin banyak pepohonan, semakin terhindar kita dari bahaya banjir karena lahan hijau membantu penyimpanan air tanah.
Tanamlah pepohonan dan tumbuhan yang bermanfaat. Lahan sekecil apapun bukanlah halangan.
Ajaklah anak-anak menanam tomat, cabai atau apotik hidup, seperti serai, kumis kucing, lidah buaya, cincau.

Perbanyaklah pepohonan rindang atau langka yang berbuah/berbunga harum, seperti melati, kemuning, kemboja bali, kersen, kedondong, jeruk-jerukan, asam, srikaya, buni, ceremai, kawista, belimbing wuluh, jambu air, kayu manis.

Selain rimbun, buahnya bisa dinikmati oleh kita atau burung-burung. Kupu-kupu dan lebah juga senang.

Pohon yang berdaun lebat juga bisa jadi tempat berteduh bagi pejalan kaki yang lewat.
Jadi dapat pahala kan?
Sambil menyelam minum air.
Sambil mendayung, dua tiga pulau terlampaui..


Gampang kan?
Jangan lupa, kita tularkan semangat pahlawan kita pada keluarga, tetangga, teman dan siapa saja…
 
Peace to our environment!

Gita Sukardi
16 November 2007
(dari berbagai sumber)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement