We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Jangan Tertipu Dengan Kawasaki Ini!
Jangan Tertipu Dengan Kawasaki Ini! E-mail
Pengirim: Herlina Yulia S   
Kamis, 08 November 2007

 
 Judul di atas bukanlah ‘black character’ atas sebuah merek dagang terkenal, Kawasaki, sepeda motor produksi Jepang. Sebab ini adalah sebutan untuk sebuah penyakit yang memiliki dampak seumur hidup bahkan dapat membawa maut, oleh karena itu perlu ditangani sejak awal. Sebutan ini didedikasikan kepada sang penemu penyakit ini, yaitu Dr Tomisaku Kawasaki sekitar tahun 1967 di Jepang. Dalam dunia kedokteran, penyakit ini memiliki nama tersendiri yaitu mucocutaneus lymph node syndrome (sindroma kelenjar getah bening mukokutaneus atau istilah umumnya penyakit jantung rematik).

Di Indonesia sendiri, penyakit ini masih jarang terdengar. Walau begitu, bukan berarti tidak ada. DR. Dr. Najib Advani SpAK Mmed Paed, spesialis anak dan konsultan jantung anak dari FKUI/RSCM bersama beberapa rekannya seprofesi dalam International Symposium on Kawasaki Disease di San Diego, Amerika, Februari 2005 lalu, melaporkan bahwa pada tahun 2005, belum ada laporan adanya penyakit Kawasaki dari Indonesia.

Mereka kemudian melakukan penelitian pada dua rumah sakit di Jakarta yang bertujuan untuk menemukan pasien dengan pola-pola penyakit Kawasaki. Ditemukan 27 pasien yang dikonfirmasi secara klinis terdiagnosa sebagai penyakit Kawasaki. Sejak itu, menurut Najib, Indonesia dinyatakan masuk ke dalam peta penyebaran penyakit Kawasaki dunia.

Dari pengalaman Najib di lapangan itu ia berpendapat bahwa penyakit ini masih belum dikenal di Indonesia. Perkiraan insiden penyakit Kawasaki adalah 6000 kasus per tahun. “Tetapi yang terdiagnosa kurang dari 100 kasus per tahun,” jelas Najib di hadapan sekitar 2500 peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak ke-3, Ikatan Dokter Anak Indonesia (PIT IKa-3 IDAI) di Yogyakarta, 6-9 Mei lalu.

Menurut Najib, sejak kasus pertama penyakit Kawasaki, dilaporkan, ia dan sejawatnya giat berkampanye tantang penyakit ini. Selain menulis di buku, ia juga bicara di radio dan televisi tentang penyakit Kawasaki. Hasilnya, menurut Najib, jumlah kasus yang terdiagnosa meningkat secara perlahan. ’Tetapi tetap saja jauh dari yang diharapkan. Kami sungguh khawatir pada kasus-kasus yang tidak terdiagnosa. Dibutuhkan upaya yang amat keras untuk membuat seluruh dokter tahu dan peduli dengan penyakit ini,” ujar Najib dalam Asia-Pacific Pediatric Cardiology and Cardiac Surgery, di Bangkok Thailand, tahun lalu.

Apakah Kawasaki Deasese Itu?
Jangan pernah remehkan demam. Berbagai penyakit, baik yang ringan maupun yang berbahaya, ditandai dengan gejala naiknya suhu tubuh di atas normal. Kenali gejala lain yang menyertainya, agar tidak terlambat ditangani. Sebut saja penyakit demam berdarah, typhus dan termasuk penyakit kawasaki, semua memiliki gejala awal yang sama. Lantaran memiliki gejala seperti penyakit campak atau penyakit lain, pengobatannya pun jadi tidak tepat sasaran.

Kawasaki menyebabkan komplikasi serius pada jantung dan pembuluh darah yang menyumplai jantung.

Apakah penyebabnya ?
Walaupun resminya ditemukan sejak tahun 1967, sampai saat ini tak seorangpun tahu penyebabnya secara pasti . Mikroorganisme seperti virus, bakteri, amuba maupun toksin dari mikroorganisme pernah diduga sebagai penyebab, tapi sejauh ini belum ditemukan mikroorganisme yang dapat dijadikan tersangka.

Sifat Penyakit Kawasaki
1.  Terjadi karena peradangan saluran darah di seluruh tubuh
2.  Umumnya terjadi pada anak-anak di bawah umur delapan tahun, biasanya laki-laki
3.  Dari 6000 kasus per tahun, 80% terjadi pada anak di bawah 4 tahun. Jarang menimpa anak di bawah 3 bulan atau di atas 8 tahun
4.  Menyerang ras mongol seperti Jepang, Cina, dan Korea
5.  Tidak menular
6.  Bisa disembuhkan
7.  Bisa menyebabkan kematian (risiko 5% sampai 20%) jika telah terjadi komplikasi pada jantung
8.  Penyakit ini penyebab utama kematian akibat serangan jantung pada kanak-kanak di seluruh dunia.

Pastikan beberapa gejala ini Anda ketahui
1.  Demam tinggi sampai dengan 39 derajat celcius.
2.  Demam berpanjangan lebih dari lima hari
3.  Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
4.  Bercak merah pada sekujur tubuh
5.  Mata merah tanpa kotoran mata
6.  Kaki dan tangan kemerahan (mirip dengan penyakit campak)555555
7.  Bibir dan lidah menjadi kemerah-merahan (strawberry)
8.  Kulit pada jari serta tapak tangan merekah
9.  Sebagian anak ada yang muntah, sakit di perut, atau bengkak pada sendi

Pemeriksaan yang dibutuhkan
Yang jelas, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara seksama. Bila ia menduga bahwa penyakit Kawasaki adalah penyebabnya, anak akan dianjurkan untuk dirawat di Rumah Sakit. Hal ini penting mengingat komplikasi pada pembuluh darah jantung dapat membawa kepada kematian. Dan tentu kita tidak mau hal ini sampai terjadi. Kasus-kasus seperti ini sebaiknya ditangani oleh dokter yang mendalami keahlian jantung anak dan dibantu dengan dokter-dokter lain sesuai keadaan penderita.

Pemeriksaan laboratorium dan penunjang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, pemeriksaan EKG dan ekokardiografi umumnya dikerjakan untuk menapis kemungkin terjadinya peradangan pada otot jantung, pembuluh darah koroner dan selaput jantung. Berbagai pemeriksaan lain juga mungkin dilakukan sesuai dengan keadaan penderita.

Komplikasi yang muncul
1.  Perikarditis (peradangan pada selaput jantung)
2.  Artritis (radang sendi) yang umumnya simetris
3.  Meningitis (radang selaput otak)
4.  Vaskulitis (radang pembuluh darah) khususnya pada pembuluh darah koroner
5.  Aneurisma, yang dapat menyebabkan serangan jantung

Bagaimana pengobatannya?
Pemberian gammma globulin dosis tinggi intravena masih menjadi pengobatan standar. Selain itu, obat golongan salisilat (khususnya aspirin) juga diberikan.
Plasmaferesis (terapi tukar plasma) juga memberikan harapan khususnya bagi penderita yang tidak memberikan respon positif terhadap pemberian gamma globulin dan aspirin.

Karena termasuk langka, bagaimana harapan kesembuhannya?
Tanpa pengobatan pun, sebagian besar kasus akan membaik sendiri dalam waktu 1-2 bulan. Apalagi bila diagnosa dan pengobatan dini dapat diperoleh, prognosisnya tentu akan lebih baik lagi.
Walaupun demikian, ada juga penderita yang akhirnya meninggal. Kebanyakan dari mereka meninggal akibat komplikasi pada pembuluh darah koroner. Aneurisma pembuluh koroner dapat terjadi pada sejumlah kasus (bahkan dikabarkan bisa mencapai hampir 25% kasus) dan komplikasi dapat menimbulkan serangan jantung (infark miokard) akibat gumpalan darah yang menyumbat di daerah pelebaran tersebut. Sekali lagi, itulah sebabnya pasien Kawasaki hendaknya dirawat di RS untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

Setelah dinyatakan sembuh, mereka yang pernah menderita penyakit Kawasaki dianjurkan untuk tetap melakukan pemeriksaan Ekokardiogram secara rutin setiap 1-2 tahun sekali.

Disarikan dari berbagai sumber.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement