|
Anak yang bertemperamen sulit adalah tantangan bagi orang tua untuk mendisiplinkan dan membesarkannya. Kabar baiknya adalah bahwa jika orang tua sejak awal orang tua memahami kesulitan mereka ini dan mengarahkan mereka dengan bijaksana, hal-hal yang sering membawa mereka pada masalah akan kemudian menguntungkan mereka.
Anak yang temperamental memiliki keinginan yang sangat kuat. Ia begitu sulit dihadapi dan menguji kesabaran. Ketika apa yang diinginkannya tidak ia dapatkan, ia akan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal bagi orang tuanya. Seorang bayi yang memiliki keinginan yang tinggi tidak akan mudah dipuaskan. Teriakannya membuat telinga sakit karena sering sulit dihentikan. Ia selalu rewel dan kelihatan manja. Ia tidak mau mengikuti apa yang telah dijadwalkan. Satu-satunya hal yang pasti dari anak seperti ini adalah ketidakpastiannya. Anak Anda Spesial Jenis karakter yang dimiliki anak seperti ini adalah keinginan kuat (strong-willed), kuat/tegar (intense), gigih/ kuat hati (persistent), sangat peka/halus perasaan (supersensitive). Masalah disiplin yang dihadapi anak seperti ini adalah bahwa ia mudah marah, sering adu kekuatan dengan orang tua, tantrum, mudah tersinggung, keras kepala, mudah menyimpang dan melakukan hal-hal di luar kebiasaan/ aturan. Kepribadian yang muncul dari anak seperti ini adalah jiwa kepemimpinan yang kuat, empati, dermawan, asertif, penyayang, mudah memutuskan. Temperamen menentukan gaya perilaku individunya, bagaimana ia bertindak. Temperamen bukanlah masalah baik atau buruk. Namun beberapa temperamen merupakan tantangan bagi orang tua. Bagaimana anak seperti ini diajarkan disiplin dapat menentukan apakah sifat anak dengan keinginan tinggi ini dapat menjadikannya aset atau kekurangan. Beberapa orang tua mengira merekalah yang membentuk sifat anak mereka hingga demikian, bahwa mereka telah berbuat kesalahan dalam membesarkan anak mereka. Padahal bayi sering rewel karena temperamen mereka, bukan karena kesalahan orang tua. Tidak ada yang salah dengan anak yang rewel, cerewet, sulit, dan menantang. Isyu utamanya adalah apa yang harus dilakukan dengan anak yang demikian. Mendisiplinkan anak yang sulit ini dimulai dengan melembutkan temperamen anak dan meningkatkan sensitivitas orang tua. Ia membuatuhkan asuhan yang lebih intensif. Ia butuh lebih sering digendong, lebih sering diusap, lebih banyak diajak bicara, lebih sering ditemani, dll. Orang tua harus menyediakan lebih banyak kesabaran, energi, kreativitas, antisipasi, kematangan, dll. Kuncinya adalah perhatian yang lebih. Kelak ia dapat menjadi seorang pemimpin atau ketua geng maling. Semua itu tergantung bagaimana orang tua bersikap kepadanya. Miliki Ikatan Adalah kebiasaan anak yang sulit ini tidak mau diperintah. Alih-alih menurut, ia akan menganggap perintah adalah tantangan baginya. Kunci mendisiplinkan anak seperti ini adalah untuk membantu anak ini mematuhi Anda demi kepentingan mereka dan demi Anda, orangtuanya. Anak yang memiliki ikatan dengan orangtuanya ingin menyenangkan orangtuanya. Ia akan menurut jika ia memiliki ikatan dengan orangtuanya. Tanpa itu, ia tidak akan punya alasan sama sekali untuk mengikuti orang tuanya. Buang Negatif, Munculkan Positif Identifikasi masalah perilaku anak Anda. Cari sisi kasar kepribadian anak Anda yang perlu dihaluskan. Anak yang seperti ini biasanya diberi label atau dianggap “tidak baik” di lingkungannya. Berhenti memfokuskan sisi negatifnya. Lihat perilaku menyenangkan yang ia lakukan. Memfokuskan diri Anda pada sisi positif akan membantu Anda untuk tetap memiliki kontrol. Berikan sesering mungkin ungkapan positif, “Bagus!” “Hebat” “Terima kasih” “Luar biasa!” “Jempolan” Anak pintar.” Sehingga anak tau dan senang dengan reaksi yang diberikan saat ia melakukan hal yang positif. Tetap Positif Jangan sekali-kali berpikir bahwa anak Anda buruk. Memang sulit untuk berpikir positif jika hanya anak Anda yang menendang kucing di depan rumah Anda, tetapi orang tua yang menganggap anak mereka negative cenderung memberi label negative, dan anak akan mengikuti label tersebut. Jangan Membuat Keadaan Lebih Buruk Anak bertemperamental sulit sering diberi label, sendirian di tengah teman-temannya karena dihukum. Kekhususan ini akan segera menjadi identitas mereka. Hal ini tidak akan memperbaiki tingkah laku mereka dan mungkin malah akan memperburuk. Cara koreksi tradisional seperti time-out atau menariknya dari teman-teman, jarang berhasil. Stop Kemarahan Teriakan, hukuman fisik, kemarahan, hanya akan membuat anak tambah sulit karena semua itu membuatnya marah. Misalnya Anda meminta ia membersihkan kamar, ia menganggapnya sebagai tantangan, Ia tidak akan mau melakukannya. Semakin Anda menghukumnya, semakin marah ia. Anda akan kalah. Disiplin harus difokuskan pada mencegah kemarahan. Kreatif Anda harus selalu memutar otak, sebelum memintanya untuk melakukan sesuatu. Berikan motivasi lain yang membuat dia senang melakukan apa yang kita inginkan. Untuk memintanya segera naik ke lantai atas, Anda bisa mengajaknya lomba lari. Untuk memintanya mandi, Anda dapat membawa payung kecil ke kamar mandi dan menghidupkan shower. Tanpa diminta pun ia akan senang melakukannya. Lepaskan Anak bertemperamen sulit butuh melepaskan kelebihan engergi mereka dan dorongan kuat perasaan dalam diri mereka dalam olahraga atau kegiatan fisik. Beri mereka kesempatan untuk bermain dengan fisik di luar rumah. Bersepeda, berenang. Mainkan music di dalam rumah, ajak ia bernyanyi dan menari. Tingkatkan Toleransi Anak seperti ini memiliki kebiasaan yang menyebalkan. Dengan mudah orang tua akan meningkat emosinya. Mereka siap melontar kapan pun Anda kelihatan mudah diserang. Karena itu ia sering terlihat iseng dan suka mengerjai. Jika anak Anda selalu mengganggu saat Anda menelepon, teleponlah ketika ia tidak ada. Bersiap-siaplah untuk fleksibel. Hindari hal-hal yang dapat memicu pertengkaran Anda dengannya. Ancaman Tidak Berhasil Anak bertemperamen sulit tidak suak diancam. Hal itu hanya akan membuatnya tidak ingin melakukan apa yang kita inginkan. Ia tidak suka dihukum. Semua itu hanya akan membuatnya marah. Jangan Ambil Hati “Saya merasa orang melihat anak saya dan berpikir ia anak yang buruk, hasil dari pola asuh yang buruk. Saya merasa sedih, sakit hati, dan marah. Saya bukan ibu yang buruk. Saya menyayangi dan sangat memperhatikan anak saya dan melakukan yang terbaik agar ia bersikap baik dan santun.” Tidak ada anak yang lahir untuk menjadi kriminal. Jika Anda memberi perhatian kepada anak Anda, dan selalu berusaha mengarahkannya, Anda bukan orang tua yang buruk. Tidak perlu mendengarkan kata orang tentang anak Anda. Ungkapan negatif akan mematikan kepribadian anak Anda. Daripada Anda sedih memikirkan perilaku buruk anak Anda, lebih baik fokus pada usaha dan rencana Anda berlatih fun-disciplin dengan anak Anda. Selamat mencoba! **Aminah Mustari/WRM |