|
Berbagi Pengalaman Tentang Asam Lambung Pada Anak |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Kamis, 25 Oktober 2007 |
|
Kali ini ada seorang Ibu yang berbagi cerita tentang asam lambung yang menyerang putranya. Pada suatu malam tiba-tiba putranya menangis menjerit-jerit seraya memegangi perutnya, dia berteriak teriak kesakitan dan airmata terus berlinang. Sebagai orangtua tentu saja mereka sangat bingung bagaimana menghadapi hal ini karena sang jagoan tidak mau dipegang apalagi dipeluk dan digendong, dia menolaknya. Meski serangan hanya terjadi selama 5 menit tapi orang tua ini tetap merasa was-was. Sepertinya putra mereka terserang gas lambung atau kolik.
Untuk itu mereka berinisiatif pergi ke UGD. Sesampainya disana sang bocah segera mendapat penanganan, setelah diperiksa sana sini akhirnya diketahui kalau memang terserang kolik atau gas lambung. Saat di UGD ini kembali terjadi serangan dan akhirnya diberikan bantuan oksigen dan diberi obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus. Tak berapa lama si jagoan bisa tenang dan nyaman yang akhirnya tertidur. Mengapa asam lambung ini menyerang? Ibu ini menjelaskan bahwa selama 3 hari ini sang bocah terserang demam, batuk dan pilek yang menurunkan nafsu makan dan minum. Dia hanya mengkonsumsi susu dan pocari. Jadi selama sakit ini makanan yang masuk sedikit sekali, paling banyak yang dikonsumsi adalah berupa cairan. Mungkin inilah yang memicu timbulnya asam lambung. Mommie yang lain juga menimpali persoalan bagaimana sulitnya meminta anak untuk makan. Apalagi disaat si kecil sakit. Untuk itu mereka mencari jalan lain yaitu dengan cara memberikan makan kecil, antara lain roti kering, biskuit dan lain sebagainya. Jangan lupa asupan minumnya, bisa diberikan susu, teh hangat atau minuman yang disukai si kecil. Ibu yang satu lagi memberikan tambahan soal penanganan untuk anak yang demam. Kalau anak masih mau makan dan minum, usahakan untuk memperbanyak minum tanpa melupakan makanan tentunya, tujuannya untuk meredakan demam lewat sekresinya, yaitu lewat keringat atau air kencing. Tapi bila panas tubuh terus meninggi hingga lewat dari 38,5 derajat C dan diiringi oleh penolakan terhadap makan dan minum, maka perlu segera diambil tindakan karena ditakutkan akan terserang dehidrasi dan stuip, untuk itu berikan obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus. Mungkin kita bisa meminta resep berisikan obat penurun panas untuk disimpan di kotak obat, sehingga bisa digunakan setiap saat jika ada serangan demam tinggi.(LG) |