|
Tahukah anda, bahwa kehidupan seorang eksekutif papan atas seringkali menggambarkan keadaan yang sama dengan seorang ibu yang sibuk? Mereka sama-sama harus berhadapan dengan krisis, menghadapi banyak hal dalam satu waktu, harus memusatkan pikiran dalam situasi yang tidak beraturan, dan masih banyak lagi keadaan yang serupa.
Ann Crittenden, mengemukakan hal tersebut dalam buku terbarunya, If You’ve Raised Kids, You Can Managed Everything. Banyak orang yang percaya, ibu dan ayah yang mampu menghadapi tantangan dalam menjalani peran mereka sebagai orang tua, niscaya akan mampu menghadapi banyak tantangan lain. Ann Crittenden menyatakan bahwa saran-saran yang ada di banyak buku laris tentang manajemen mirip dengan saran yang diberikan di buku-buku parenting. Karena itulah, kemampuan menjadi orang tua dapat diterapkan pula di dunia kerja. Selain itu, pelajaran kepemimpinan juga dapat dipelajari dengan membesarkan anak. Salah satu pemimpin yang mengakui bahwa peran sebagai ibu sepenuh masa menjadi pembelajaran penting kepemimpinan adalah Ann Richards. Beliau adalah mantan gubernur Texas yang sebelumnya menjadi ibu rumah tangga selama 20 tahun. Peran kepemimpinan yang dapat dipelajari dengan menjadi ibu rumah tangga sepenuh masa di antaranya adalah: multitasking, mengatur orang yang sulit, mengontrol diri sendiri, seni mendengarkan, kecerdasan emosional, negosiasi menang sama menang, etika dan integritas. Peran seorang Managing Director mirip dengan peran seorang ibu yang tinggal di rumah dengan banyak anak. Banyak kemampuan yang diperlukan dan yang terpenting adalah bagaimana memotivasi orang lain. Seorang ibu, kata Ann Crittenden, dengan demikian memiliki peran sebagai mentor, pelatih dan pemimpin yang baik. Beberapa kiat manajemen yang dikemukakan Ann Crittenden adalah: - Buat prioritas. Jangan mempersoalkan hal yang kecil - Biarkan mereka berpikir itu adalah ide mereka. - Tidak memfavoritkan sesuatu. Anak-anak, pegawai, dan para pengikut sangat ingin dihargai dengan adil. Jika hanya ada satu kue, biarkan satu anak membaginya dan anak yang lain memilih untuk pertama kali. - Tidak mengeluh, mencari-cari alasan, lakukan saja pekerjaan anda. - Jangan mempermasalahkan sesuatu tanpa menawarkan solusinya - Beri pujian. Tidak ada yang terlalu tua untuk diberi penghargaan atas pencapaian mereka. - Dalam bernegosiasi, selalu mencari solusi menang sama menang. - Dengarkan dengan baik-baik dan penuh hormat semua orang - Jangan memaksa untuk memperbaiki segalanya - Selalu ucapkan tolong dan terima kasih - Miliki pandangan jauh ke depan. Roma tidak dibangun dalam satu hari, anak-anak juga tidak tumbuh dalam satu malam saja. |