|
Bagi para pekerja, memasak bisa jadi merupakan kegiatan yang menghabiskan waktu, membosankan dan melelahkan. Nah, bagaimana cara menyiasati agar mereka yang sibuk tetap bisa menyiapkan masakan sehat untuk keluarganya? Simak beberapa tips berikut.
Bagi para pekerja, memasak bisa jadi merupakan kegiatan yang menghabiskan waktu, membosankan dan melelahkan. Nah, bagaimana cara menyiasati agar mereka yang sibuk tetap bisa menyiapkan masakan sehat untuk keluarganya? Simak beberapa tips berikut.
1. Buat daftar menu Menyusun daftar menu memiliki banyak keuntungan, antara lain:
a. Roda perputaran jenis masakan dapat dipantau dengan jelas. Sebaiknya buat daftar menu dengan metode matriks/tabel. Dengan demikian, anda bisa memantau jenis-jenis masakan yang sudah dan akan dibuat. Berikut adalah contoh daftar menu selama satu minggu. |  | Sarapan | Makan Siang & Malam | | Senin | Sandwich telur Susu skim | Nasi putih, Sup buntut, Acar, sambal cabe rawit, jeruk | | Selasa | Nasi Goreng Baso Teh Hitam Jeruk | Nasi putih, perkedel jagung, sawi cah daging sukiyaki, jeruk | | Rabu | Muffin Coklat Kopi susu, Apel | Nasi putih, ikan balado, tumis jagung putren, apel | | Kamis | Roti dengan selai kacang Jus jeruk + susu | Nasi putih, semur ayam, tumis buncis wortel, pisang | | Jum’at | Bubur sumsum + cendil Teh manis hangat | Nasi putih, teri lado ijo, acar kuning, pepaya | | Sabtu | Nasi uduk, ayam goreng, lalapan, teh manis hangat | Nasi putih, ayam goreng, sambal terasi, sayur asem, jus melon | | Minggu | Mie goreng ayam Teh lemon hangat | Nasi putih, sayur lodeh, empal, sambal tomat, semangka |
b. Menghindari kebosanan Kadang orang malas makan dirumah karena menu selalu berulang. Dengan adanya daftar menu, sedikit banyak dapat mengurangi rasa kebosanan tersebut dan memperkaya kemampuan dalam memasak.
c. Jumlah biaya yang harus dikeluarkan terpantau dengan baik Dengan penyusunan menu, sudah pasti biaya yang akan dikeluarkan juga bisa dihitung sejak awal minggu. Dengan cara ini pula, keinginan untuk berhemat bisa tercapai.
d. Menghemat waktu Dengan menyusun menu terlebih dulu, beberapa jenis makanan atau persiapan memasak bisa dilakukan lebih awal. Misal: untuk menu ayam goreng bisa dibumbui (bumbu kuning/lengkuas/apa saja sesuai selera) saat hari Minggu. Begitu pula dengan menyiapkan sarapan, bisa dilakukan semalam sebelumnya.
2. Belanja kebutuhan untuk kurun waktu tertentu Untuk menghemat waktu dan tenaga, cobalah untuk berbelanja kebutuhan untuk kurun waktu tertentu. Hanya saja, dengan cara ini, berarti anda harus memiliki lemari pendingin. Selain itu, perhatikan juga belanjaan anda. Biasanya sayuran seperti bayam, kangkung, kemangi dan sawi tidak tahan berada lama didalam kulkas. Berbeda dengan wortel, timun, kentang, kacang panjang, buncis, kol dan daun bawang yang bisa tahan hingga lima hari dalam keadaan baik jika disimpan didalam kulkas.
3. Siapkan makanan setengah jadi Ada baiknya bahan dasar masakan sudah diolah setengah jadi. Seperti ayam goreng dan empal yang bisa diungkep terlebih dulu dan disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas. Bumbu dasar juga bisa dibuat dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan cara ini, anda tidak perlu lagi menyisihkan waktu berjam-jam untuk menyiapkan makanan.
4. Kemas bahan makanan dengan baik Bahan makanan, baik yang mentah maupun yang sudah setengah jadi, sebelum disimpan dalam lemari pendingin sebaiknya dikemas terlebih dulu. Selain itu, ada baiknya pula, makanan dikemas dalam jumlah sesuai kebutuhan. Tujuan pengemasan ini adalah agar:
a. Baunya tidak tercemar dan/atau mencemari makanan yang lain
Makanan yang berbau tajam biasanya dengan mudah menularkan baunya ke makanan lain. Nah, tentu saja hal ini tidak akan menyenangkan. Siapa yang suka makan coklat beraroma petai?
b. Tidak mudah rusak Pada umumnya, makanan yang disimpan di udara terbuka lebih mudah rusak dibandingkan dengan yang disimpan dalam kulkas. Hal tersebut disebabkan oleh bakteri pembusuk yang hidup dalam suhu ruangan. Bakteri ini sulit berkembang di suhu rendah. Oleh karenanya, penyimpanan dalam lemari pendingin merupakan pilihan yang baik.
c. Tidak mudah dihinggapi kuman Seperti yang sudah dijelaskan di poin b, kuman/bakteri sulit berkembang di suhu rendah. Sehingga, kuman-kuman tersebut bisa dijinakkan untuk meneliti penyakit tertentu.
d. Tidak mudah tercampur Antara bahan makanan yang sudah setengah jadi, mentah ataupun yang sudah matang tidak akan mudah tercampur jika dikemas dengan baik.
e. Tidak mubazir saat mengeluarkan makanan Ada teknik penyimpanan yang kurang benar, yaitu dengan menumpuk semua bahan menjadi satu tanpa ada pemilahan. Bahan makanan yang sering keluar masuk kulkas, nilai gizinya cenderung rusak. Oleh karena itu, sebaiknya saat mengemas bahan makanan di dalam kulkas, kemaslah berdasarkan jumlah kebutuhan. Misal: untuk satu kali memasak dibutuhkan 4 potong ayam, maka pada setiap kemasan berisi 4 potong ayam.
5. Perhatikan bahan yang tersisa di kulkas Jangan pernah meninggalkan benda yang sudah dibeli dan disimpan dalam kulkas dalam waktu yang relatif lama. Pastikan mereka sudah benar-benar habis sebelum membeli yang baru
6. Re-organize isi kulkas secara berkala Jangan pernah lupa untuk memantau isi kulkas. Bersihkan dan pilah-pilah bahan berdasarkan kriteria tertentu. Karena biasanya, kita sering lupa terhadap barang-barang yang sudah dibeli. Pastikan tidak ada barang yang akan terbuang percuma. Peran tanggal kadaluwarsa juga penting.
7. Jaga kebersihan Pastikan semua alat dan bahan yang akan dan telah digunakan dalam keadaan bersih. Jangan biarkan ada alat kotor yang tertumpuk di tempat mencuci piring. Jangan pula membiarkan sampah bahan makanan terlalu lama di dapur. Kenapa? Karena kuman dan bakteri akan senang sekali hidup disana. Jangan lupa juga untuk menyimpan makanan yang sudah masak dengan baik hingga tidak mudah dihinggapi lalat atau serangga lainnya. (Ena Lubis) |