|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Rabu, 29 Agustus 2007 |
"Oh... no!!! My assistant cleptomoney, hiksss. Apa yg musti kulakukan ya? Memecat dia, itu sudah pasti...!! Apa perlu dilaporkan ke Polisi juga ya? Kalau didamprat sih sudah, diancam akan dilaporkan ke police juga sudah,tapi kok tetap saja uang receh di rumah hilang tak berbekas. Sepertinya dia tak ambil pusing dengan ancaman kami. Apa iya dia benar-benar klepto? Kalau kleptomania kenapa hanya mengambil uang saja? Aduh biyung, kenapa assistenku selalu saja menyebalkan ya?"
Demikian curhat seorang Mommy di milis WRM. Bermunculan tanggapan dari para Mommies, antara lain saran dari mereka: 1. Mengembalikan asisten kepada suaminya. Alasan mommy, karena asisten ybs sudah keterlaluan sekali. Selain sering membuat ulah, berselingkuh hingga sekarang sering mencuri uang keluarga majikan. Melaporkannya ke polisi akan memperbesar masalah. Lebih baik dikembalikan kepada suaminya untuk dididik. 2. Memberhentikan asisten yang mencuri. Alasan mommy ini, lebih baik mempunyai asisten yang bodoh tapi jujur daripada pintar tapi suka mencuri, sehingga tak dapat kita percayai. 3. Lebih berhati-hati dan tak memberikan kesempatan untuk mencuri. Mommy ini berpendapat bahwa pencurian terjadi karena pribadi dari yang melakukan yang didukung oleh situasi yang memungkinkan ia melakukannya. Oleh karena itu, seyogyanya jangan memberikan kesempatan dan 'iming-iming' barang/uang yang tergeletak di mana-mana yang membuatnya terdorong untuk mencuri. Pendapat ini ditanggapi Mommy yang curhat dengan menyatakan bahwa uang yang hilang berada di tempat yang tersembunyi (dompet di dalam celana). Awalnya memang tak terdeteksi, dan tak menaruh curiga. Setelah sering kehilangan baru mereka mencoba mencari tahu, dan ternyata kecurigaan utama jatuh pada asisten. Kemudian terbukti 'umpan' uang yang ditaruh di dompet di saku celana yang digantung raib setelah asisten membersihkan kamar tidur. 4. Melaporkan kepada polisi. Menurut Mommy ini lebih baik melaporkan kepada polisi. Mommy sendiri pernah tertipu teman dan karena merasa tak tega akhirnya setelah tak dapat menahan lagi baru melaporkan kepada polisi, namun karena lambat melaporkan pelaku berhasil melarikan diri dan tak pernah berhasil ditangkap. Pendapat ini didukung oleh Mommies lain yang pernah mendapatkan perlakuan sama dari asistennya. Mommies menyampaikan keprihatinan dan dukungan sekaligus membesarkan hati Mommy yang curhat agar bersabar namun jika kategorinya sudah mencapai tindakan kriminal agar melaporkan kepada polisi. (HI/WRM) |