|
|
 |
       
|
Beranda Kumpulan Artikel Yang Lain Yuk, Kita Lakukan Perubahan! |

|
Yuk, Kita Lakukan Perubahan! |
|
|
Pengirim: Ena Lubis
|
|
Rabu, 29 Agustus 2007 |
Sebagai seorang ibu, saya dituntut untuk dapat mengayomi anak-anak. Sementara itu, sebagai seorang perempuan yang memiliki karir, saya dituntut untuk terus eksis dan memberikan yang terbaik bagi karir saya. Namun, keduanya adalah dua hal yang berbeda yang sulit sekali untuk bisa berjalan berdampingan. Butuh banyak sekali pengorbanan: perasaan dan materi.
Kalau dulu, saat masih melajang, tidak ada yang perlu saya perhitungkan ketika membuat keputusan terhadap karir saya, kini ada suami dan anak-anak yang menjadi bahan pertimbangan utama. Yup! UTAMA. Boleh dibilang, karena mereka saya berubah. Dari seorang perempuan yang egois menjadi sosok yang sering mengalah. Padahal, karakter merupakan sifat dasar seseorang yang sulit untuk diubah karena dipengaruhi oleh gen dan lingkungan dia tumbuh. Lantas, bagaimana bisa berubah? Adanya keyakinan dan kemauan yang kuat menjadi kunci utama setiap perubahan. Bukankah perubahan merupakan respon terhadap suatu “paksaan/tekanan”?
Pada posisi saya, saya “dipaksa” untuk menghadapi bahwa menyelaraskan karir dan keluarga membutuhkan banyak kesabaran dan pengorbanan. Oleh karena itulah, sosok egois yang ada pada diri perlahan-lahan meluntur. Rasa cinta kepada suami dan anak menjadi stimulan terbaik bagi saya untuk melakukan suatu perubahan. Memang, perlu penyesuaian yang memakan waktu. Bahkan hingga saat ini saya masih perlu penyesuaian dan terus mengoreksi diri.
Cerita diatas hanya sekedar ilusi singkat tentang pentingnya suatu perubahan, meski tak dapat dipungkiri bahwa perubahan tidak selamanya ke arah yang baik. Semua itu dikarenakan perubahan merupakan suatu proses yang alami yang pasti terjadi dalam kehidupan. Untuk itu, perlu persiapan yang baik agar dapat menghadapi setiap perubahan dengan bijak. Ingatlah, bahwa perubahan adalah sesuatu yang harus dihadapi dan disikapi serta dikelola agar kita tidak menjadi korban dari perubahan tersebut, karena perubahan bisa direncanakan, bisa juga tidak direncanakan kehadirannya.
Ada banyak sekali yang menyebabkan terjadinya perubahan. Secara global, dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu: 1. Faktor internal, sesuatu yang berasal dari dalam diri manusia; keinginan, rasa cinta, dll. 2. Faktor eksternal, sesuatu yang berasal dari luar diri manusia; lingkungan, keluarga, dll.
Nah, kalau kita sudah bisa memahami bagaimana suatu perubahan bisa terjadi, mengapa kita tidak merencanakan suatu perubahan? Saya yakin kita semua punya keinginan untuk menjadi lebih baik. Namun, semua keinginan dan cita-cita hanya akan jadi mimpi semu jika tidak ada usaha untuk merealisasikannya. Jadi, mari kita lakukan perubahan untuk mengubah kehidupan jadi lebih baik. |
|
|
Ke Atas  |
|
 |
|
|