|
|
 |
       
|
Beranda Rangkuman Diskusi Info Tempat Boleh Kok Membersihkan Telinga Si Kecil, Asal…. |

|
Boleh Kok Membersihkan Telinga Si Kecil, Asal…. |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Rabu, 22 Agustus 2007 |
Banyak orang bilang, telinga bayi dan anak tak usah dibersihkan. Karena kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya. Hal ini dibenarkan dr. Soekirman Soekin, Sp. THT.KL, M.Kes., konsultan THT pada RS Pertamina.
Proses ini dapat terjadi dengan mekanisme kerja anggota tubuh secara alami. Kotoran telinga akan keluar sendiri apabila anak mengunyah. Gerakan mengunyah ini secara tak sengaja kita menggerakkan rahang yang mendorong bagian depan sehingga membuat kotoran telinga mengalir keluar.
Selain tiu gerakan mengedot pada bayi, juga bisa membersihkan telinga. Begitu pula saat bayi menangis. Rahangnya yang bergerak akan melakukan kerja seperti yang disebutkan di atas.
Oleh karena itu, keinginan membersihkan telinga anak sebaiknya cukup di bagian luarnya saja. Telinga bagian luar ini terdiri atas daun telinga sampai selaput gendang. Di telinga bagian luar inilah berkumpul kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Kotoran kuping seperti daki yang kerap muncul di daerah ini sebetulnya minyak yang dihasilkan kelenjar tersebut. Fungsinya menghalau binatang, seperti serangga yang mencoba masuk ke dalam telinga.
Namun demikian, tak jarang kita "terpancing" untuk membersihkan telinga si kecil. Entah karena tidak tega membiarkan si kecil mengorek-korek telinganya dengan jari tangannya atau karena risih melihat kotoran di telinganya yang sudah "bertumpuk". Bila demikian, sebenarnya, boleh tidak ya, telinga anak dibersihkan? Pertanyaan ini dilontarkan seorang Mom di ruang diskusi yang nyaman ini. Beberapa Mom membagi pengalamannya.
Kendati demikian, bagaimana menurut pandangan dokter? Masih menurut dokter Soekirman, yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tarakan, “Boleh, ssalkan dilakukan dengan ekstra hati-hati. Kalau orang tua terlalu ngotot membersihkan telinga anaknya, bisa berbahaya."
Bahaya yang ditimbulkan adalah bila alat untuk membersihkan telinga terlalu masuk ke dalam liang telinga, maka bukannya kotoran tersebut keluar seperti yang diharapkan, tapi malah terdorong masuk lebih dalam. Bila hal ini sering terjadi, sedikit demi sedikit kotoran-kotoran tersebut akan menyumbat telinga sehingga membuat pendengaran jadi terganggu.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah bila acara membersihkan telinga terjadi infeksi. Kemungkinan ini terjadi lantaran liang telinga sangat sensitif tergores sedikit atau terluka. Luka itu, meskipun kecil akan tumbuh semacam bisul. Gejalanya pada bayi dan anak antara lain panas, gelisah, menangis atau rewel terus.
Jenis Kotoran Telinga Kotoran telinga yang normal adalah berlemak seperti minyak oli dan berwarna kuning. Jenis ini biasa disebut kotoran yang basah. Pada beberapa orang ditemukan kotoran telinga yang kering dan berwarna putih. Biasanya kotoran ini kerap membuat telinga gatal.
Namun tak ada penyebab mengapa seseorang memiliki kotoran telinga basah atau kering. Hal ini tergantung dari pembawaan individu masing-masing. Yang jelas, kotoran telinga normal adalah yang basah. Karena pada beberapa orang, kotoran telinga yang kering bisa disebabkan oleh infeksi, alergi atau eksim.
Asal Muasal Kotoran Telinga Kotoran telinga yang disebut serumen ini dihasilkan di sepertiga liang telinga bagian luar. Liang telinga bagian ini juga ditumbuhi rambut-rambut halus untuk menghambat kotoran yang masuk. Sedangkan dua pertiga liang telinga berupa kulit biasa yang sangat tipis dan nyeri kalau tersenggol.
Cara Membersihkan Tak ada perbedaan cara membersihkan kotoran telinga basah maupun kering. Untuk bayi, saat ia mandi gunakan handuk lembut khusus bayi ke telinga bagian luarnya. Bisa juga dengan menggunakan cotton buds, yang memang sudah dirancang untuk bisa membersihkan lekuk-lekuk telinga.
Biasanya kotoran telinga yang kering lebih sulit dibersihkan ketimbang yang basah. Untuk mempermudahnya, gunakan cotton buds yang sudah diberikan cairan bersifat minyak semisal baby oil atau minyak kelapa yang bersih. Cairan pelumas ini berguna sebagai pelunak kotoran. Tapi jangan sekali-kali cairan tersebut diteteskan ke dalam telinga karena malah akan menyumbat liangnya.
Sekali lagi, berhati-hatilah membersihkannya! Sebaiknya gunakan cotton buds yang sesuai dengan telinga si kecil. Karena bila terlalu besar, kotoran malah akan masuk ke dalam liang telinga. Alhasil kotoran telinga secara bertahap akan menumpuk sehingga menjadi keras. Saking kerasnya kotoran ini bisa-bisa menyerupai kerasnya batu. Kalau sudah begitu penanganannya harus oleh dokter THT. Biasanya dokter akan mencoba mengeluarkan kotoran tersebut. Bila pasien merasa kesakitan karena kerasnya kotoran, maka akan diberi cairan pelunak karbogliserin atau obat pelunak kotoran lainnya. Dengan bantuan cairan tersebut, tak lama kemudian kotoran akan mudah dikeluarkan oleh dokter.
Kotoran telinga yang keras tersebut biasanya terjadi karena penumpukan yang terjadi dalam waktu yang lama. Kalaupun bukan karena hal tersebut, bisa dipastikan ada penyakit pada liang telinganya. Misalnya, eksim atau radang telinga luar yang pada liang telinga terjadi penumpukan pengelupasan kulit akibat penyakitnya tersebut.
|
|
|
Ke Atas  |
|
 |
|
|