We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Breastfeeding Father
Breastfeeding Father E-mail
Pengirim: Eva Nur Afiati   
Rabu, 15 Agustus 2007

 Fungsi ibu dalam menyusui bayi tentu saja tidak bisa digantikan oleh sang ayah. Tapi ayah juga memiliki peran penting dalam proses pemberian ASI kepada bayi. Tahukah anda bahwa sentuhan lembut pada punggung ibu kala ibu menyusui sudah sangat membantu proses pemberian ASI? Sentuhan itu memberikan kenyamanan pada jiwa sang ibu. Secara psikologis, perasaan itu membantu kelancaran proses keluarnya ASI. Kenyamanan pada diri ibu juga bisa ‘menular’ pada si bayi yang akan menyusu dengan lebih baik.
Peran ayah dalam proses menyusui tentu bukan hanya memberikan sentuhan lembut pada sang ibu. Peran ayah yang lainnya juga sangat penting, utamanya dalam hal mendukung ibu selama memberikan ASI. Hal itulah yang memunculkan istilah breastfeeding father atau ayah menyusui.

Peran Seorang Breastfeeding Father


Apa saja sebenarnya yang dapat dilakukan ayah untuk mendukung ibu? Banyak hal yang bisa dilakukan ayah. Hal tersebut di antaranya adalah tetap memberikan perhatian kepada istri. Biasanya, pada beberapa kasus ditemui seorang ayah lebih sibuk dengan bayinya daripada memperhatikan kebutuhan sang ibu. Padahal pada kondisi menyusui, sang ibu juga memerlukan perhatian dari ayah si bayi.

Peran lain yang bisa dilakukan ayah adalah membantu istri menjaga anak-anak, termasuk kakak si bayi. Ayah juga perlu menciptakan kesempatan agar sang ibu punya waktu lebih banyak dengan si bayi selain juga punya waktu untuk istirahat. Ayah dapat menemani ibu bangun malam hari untuk menyusui, mengganti popok, atau mengambilkan minum/makan setelah menyusui.

Perlu diingat pula bahwa ibu yang baru melahirkan umumnya sangat sensitif jika diajak bicara mengenai perubahan bentuk tubuhnya. Upayakan untuk tidak melontarkan kritik berkaitan dengan perubahan bentuk tubuh istri agar istri tidak tersinggung atau stres.

Ayah juga dapat membantu menyendawakan bayi ketika bayi selesai menyusu. Selain menyendawakan bayi, pada saat-saat tertentu biarkan bayi berbaring di dada ayahnya agar ia dapat mendengar detak jantung sang ayah, bunyi nafas dan kehangatan kulit ayahnya. Ini dapat meningkatkan keakraban ayah dan anaknya.

Rajin menemani istri saat konsultasi ke dokter juga merupakan tindakan yang dapat membantu meringankan tugas sang ibu. Selain itu, ayah juga dapat ikut serta terlibat konsultasi dengan dokter mengenai kesehatan sang buah hati.

Langkah Menjadi Breastfeeding Father

Agar peran ayah dalam proses pemberian ASI dapat optimal, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Langkah pertama adalah belajar. Saat istri hamil bahkan sebelum kehamilan terjadi, calon ayah dapat membaca berbagai literatur berkaitan dengan proses kehamilan, perawatan dan pengasuhan bayi, termasuk juga literatur tentang pemberian ASI. Ini penting agar ayah bisa paham apa yang dibutuhkan ibu dan bayi.

Jangan ragu untuk bertanya apabila ayah kurang memahami peran yang harus dilakukannya. Bertanya kepada sesama ayah, atau kepada ahli akan sangat membantu.

Bukan hanya ibu yang perlu menjaga kesehatan, ayah pun perlu. Kesehatan jiwa dan raga yang baik akan sangat membantu ibu utamanya jika ibu memerlukan bantuan yang menyita tenaga. Ayah perlu menjaga diri dari stres agar tidak menularkannya kepada sang ibu.

Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah ayah perlu meningkatkan berbagai kemampuan yang dimiliki berkait dengan perawatan bayi. Kemampuan menggendong bayi mungil, misalnya. Sebaiknya dimiliki seorang ayah agar dapat bergantian menggendong bayi mereka.  Ayah juga dapat mempelajari teknik memijat bayi, agar mampu membantu ibu memijat bayi sejak bayi baru lahir. Pijat bayi yang baik dapat membuat bayi menyusu lebih baik lagi.

Dukungan sang ayah dalam bentuk dukungan emosional dan bantuan-bantuan praktis adalah bentuk dukungan paling berarti bagi ibu. Secara fisik, seorang suami tidak bisa hamil dan tidak bisa memberi ASI. Tapi bagaimanapun, proses menyusui adalah sebuah proses yang melibatkan seluruh keluarga. Dan keterlibatan sang ayah adalah salah satu peran penting yang menentukan kelancaran proses itu.
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement