|
|
 |
       
|
Beranda Rangkuman Diskusi Anak Menjelaskan Perbedaan Anatomi Lelaki - Perempuan |

|
Menjelaskan Perbedaan Anatomi Lelaki - Perempuan |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Rabu, 08 Agustus 2007 |
Menjelaskan tentang perbedaan anatomi tubuh perempuan dan laki-laki kepada anak-anak bukan hal yang mudah bagi orang tua. Risi dan tabu kadang menjadi penghalang orang tua untuk menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan topik seks. Hal ini pula yang menjadi pikiran seorang mom di milis WRM. "Aku lagi bingung menghadapi pertanyaan kedua anak laki-lakiku yang berusia 4 dan 5 tahun. Begini tanya jawab antara aku dan mereka : Juniors (J) : "mama punya burung ngga ?" mama (M) : "ngga punya" J : "trus mama pipisnya lewat mana", papa kan punya burung juga M : "ya sama lewat bawah juga, mama beda sama kalian" J : "tapi mama kan ga punya burung, keluarnya dimana ?" M : (waduhhh jawab apa ya???), ya sama kayak kalian lwt bawah" Habis itu mereka masih mikir aja, tapi ga nanya lagi....tapi aku yakin mereka pasti akan nanya lagi. Nah, bagaimana nanti menerangkannya? Ada teman yang menyarankan untuk mandi bersama supaya mudah menjelaskan perbedaan anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, tapi kalau mandi bareng aku malu!"
Tanggapan pertama menyarankan untuk mencari buku tentang anatomi tubuh manusia. "Di sana kan ada gambar anatomi tubuh manusia, jadi bisa diperlihatkan dan diajarkan ke anaknya. Mudah-mudahan dengan gambar bisa lebih mengerti".
Tanggapan kedua, menurutnya, "Jangan sekali-sekali malu dan sungkan untuk menerangkan apapun pada anak-anak kita. Apalagi masalah seksual...justru mestinya mereka dapat pelajaran seks pertama dari orangtua mereka... Bisa saja kita kasih buku pada mereka, tapi pelajaran langsung dari orangtua akan berbeda hasilnya, dan ke depannya mudah-mudahan mereka bisa terbuka pada orangtua dalam hal apapun."
Ditambahkannya, "Tidak ada kata terlambat untuk memulai ya... Maka dari itu sejak sekarang jangan lagi menggunakan istilah pengganti untuk bagian-bagian tubuh kita, termasuk alat-alat kelamin. Jadi jangan gunakan "burung" untuk mengganti kata penis..."nenen" untuk kata payudara.. dan lain2.. Biasakan gunakan istilah yang sebenarnya... Vagina, penis, payudara dan lain2, seperti kalau kita menyebut tangan, kaki, mata, mulut dan lain2."
"Kalau yang ditanya 'bunda pipis dari mana?' Jawab saja yang sebenernya, "dari vagina..." Kalau ditanya "bunda kok ga punya penis?" jawab saja "karena bunda perempuan nak, kalau perempuan bukan penis, tapi vagina". Di sini mungkin akan sangat terbantu kalau punya gambar anatomi tubuh manusia, kalau malu mandi bersama..."
"Jadi pertama kali yang bisa mereka pahami adalah: bunda=perempuan=punya vagina dan aku/ayah/adik=laki2=punya penis... Yang jelas, pertanyaan2 mereka akan berkembang.. menjadi "lebih mengerikan lagi" menurut kita, tapi kalau kita tidak menjawab pertanyaan mereka dengan benar dan jujur, kepada siapa lagi mereka akan bertanya?," ujarnya menutup pembicaraan.
Tanggapan ketiga menyarankan, "Pertama, jangan panik. Sikap ini akan direkam oleh anak-anak sehingga menjadi kebiasaan yang membuat mereka nyaman untuk curhat pada ortunya saat mulai penasaran tentang seks. Bersyukurlah kalau anak-anak bertanya pada ortunya. semoga kebiasaan ini tetap terjaga hingga dia beranjak remaja."
"Kedua, alangkah baiknya suami juga terlibat untuk masalah sex education ini. Mungkin sekarang porsi ibu masih dianggap besar untuk urusan seperti ini, karena interaksi yang lebih dominan. Tapi peran ayah sedini apapun tetap memberikan 'imprint' yang positive. Apalagi menjelaskan sesama lelaki itu lebih mudah."
"Ketiga, berikan jawaban yang secukupnya. Tidak usah panjang lebar karena anak punya 'kapasitas' untuk mengolah informasi yang di dapatnya. Keempat, saya kurang sejutu untuk mengajak anak mandi bersama, apalagi mereka sudah berusia 4 n 5 thn. Alasannya, mungkin karena saya dan suami sudah berkomitmen lebih dini mengenalkan yang namanya aurat pada anak kami."
"Kelima, cara yang cukup mudah adalah dengan menggenggam buku. Misalnya buku tentang anatomi tubuh. Pilih bagian yang diperlukan saja. Lalu coba deh info tersebut diterapkan ke dunia nyata, misalnya ada sepupunya yang perempuan, cara mereka pipis berbeda. Terangkan juga tentang perlunya mereka menjaga aurat...ini penting supaya mereka punya naluri untuk tidak sembarang 'dekat' dengan orang yang mau 'kenal' dengan aurat mereka."
|
|
|
Ke Atas  |
|
 |
|
|