|
Menjelang lebaran tentunya bertambahlah keruwetan yang ada di kepala masing-masing Ibu Rumah Tangga. Dimana kita harus mengatur pemasukan dan pengeluaran, sedangkan momen lebaran sangat dinantikan oleh banyak pihak. Sebagai contoh adalah asisten dirumah yang sudah banyak membantu meringankan beban kita. Seperti yang dialami oleh seorang mommie, beliau dari jauh hari berusaha memikirkan tentang THR untuk asistennya. Dirumahnya memiliki 3 orang asisten yang tentunya mengharapkan adanya THR sedangkan keadaan ekonomi keluarga berada diambang batas yang artinya diusahakan untuk menekan pengeluaran. Mommie ini menanyakan apakah ada aturan tertentu untuk masalah THR asisten ini. Bagaimanakah sebaiknya pengaturan THR untuk asisten yg bekerja selama setahun, disamping memberikan THR tentunya kita juga harus menyediakan biaya mereka mudik, yang membuat semakin pusing adalah sang asisten kemungkinan besar tidak kembali bekerja setelah habis masa liburnya.
Diskusi di mailing list berlangsung cukup hangat, karena tentang seluk beluk mencari, memilih dan memiliki asisten ini memang akan terus ada. Beberapa mommies memberikan saran yang hampir sama sehingga bisa kita tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Asisten atau pembantu sebaiknya kita anggap sebagai bagian dari keluarga kita.
2. Tentang THR, bonus, biaya mudik, dll tidak ada ketentuan yang baku, kecuali kita mengambil tenaga asisten tersebut dari yayasan.
3. Yang biasa dilakukan oleh mommies adalah memberikan THR sebesar 1 bulan gaji atau lebih jika asisten tersebut telah bekerja minimal 1 tahun, jika kurang dari 1 tahun bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kita dan tentunya kinerja dari sang asisten tersebut. Untuk asisten yang bekerja kurang dari 1 tahun ini biasanya diberikan THR sebesar 50% hingga 75% dari gaji perbulannya.
. Paket lebaran untuk asisten, biasanya terdiri dari gaji, THR sebesar 1 bulan gaji atau lebih, bingkisan, biaya untuk pulang kampung dan kenaikan gaji (kenaikan gaji ini baru berlaku saat mereka kembali bekerja pada kita).
5. Jika ternyata asisten tidak mudik maka kita bisa memberikan hadiah tertentu sebagai pengganti dari biaya pulang kampung tersebut, tentunya hadiah yang mereka inginkan sepadan dengan ongkos mudik yang seharusnya mereka terima
Wajib atau tidaknya THR untuk asisten berpulang pada keputusan masing-masing rumah tangga, karena setiap rumah tangga tentunya memiliki aturan yang berbeda beda dimana disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika kita berkerja tentunya mengharapkan ada THR atau bonus, dan jika ternyata kita tidak mendapatkannya tentu saja akan muncul rasa kecewa pada diri kita. Nah rasa kecewa ini pastinya juga dirasakan oleh asisten yang kita miliki. Lain soal jika pembantu kita malas, tentunya kita juga akan berpikir ulang untuk memberikan "hadiah". Masalah seperti berapa besar kecilnya THR, isi "paket" lebaran untuk asisten dan keluarganya, sesuaikan saja dengan kemampuan kita dan bagaimana kita menghargai pekerjaan pembantu tersebut. Seperti yang dikatakan oleh salah satu mommie, terkadang sesuatu yang kecil bagi kita, ternyata terasa besar bagi orang lain. (LG)
|