|
|
 |
       
|
Beranda Rangkuman Diskusi Anak Mengubah Jam Tidur |

|
Mengubah Jam Tidur |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Rabu, 18 Juli 2007 |
Mengatur jam tidur bayi bukan sesuatu yang mudah. Begitu pula yang dirasakan oleh seorang mom di milis WRM yang menemui kesulitan mengubah jam tidur bayinya yang masih belum teratur. "Bagaimana ya caranya mengubah jam tidur bayi? Anak saya (11bulan) jam tidurnya masih 'berantakan'. Sebelum ini kami tinggal di apartemen 1 bedroom di mana tivi dan komputer ada di kamar. Suami biasa kerja sampai tengah malam di depan komputer jadi lampu nyala terus. Alhasil anak saya juga tidurnya lewat tengah malam terus. Sekarang mumpung sudah pindah, dan kamar sudah 'bebas' dari kerjaannya suami gimana caranya supaya anak saya bisa tidur cepat...dan lama...," tanyanya. Selain itu juga ditanyakan bagaimana cara melepas bayi dari kebiasaan menyusu malam-malam.
Berikut ini beberapa tanggapan dari mommies WRM. Tanggapan pertama dari mom yang punya pengalaman sama, katanya, "Dulu anakku juga begitu, akhirnya di'tidur-paksa'. Pada jam tertentu, dibawa ke kamar, jauhkan dari mainan, matikan lampu. Biar saja dia meracau, nangis, akunya juga pura-pura tidur. Lama-lama dia tidur juga. Lambat laun jadi kebiasaan, sekarang dia sekitar jam 7-an pasti ngajak bundanya masuk kamar."
Tanggapan kedua menceritakan ritual tidur anak-anaknya. "Anak-anak sih mulai aku ajak sikat gigi, ganti baju, diaper itu jam 8-setengah 9-an. Kalau ritual tidurnya sudah selesai, tinggal matikan lampu, ajak masuk kamar. Tidak apa-apa main di tempat tidur, yang penting jam segitu sudah di tempat tidur," katanya."Yang kecil 13 bulan, jam 9an juga sudah teler, kalau kakaknya sih tergantung jam tidur siangnya. Kalau lama, berarti tidur malamnya agak molor," tambahnya lagi.
Tanggapan ketiga datang dari seorang mommy berputra dua. "Anakku sekarang 3 tahun, dulu waktu mulai 10-15 bulan tidurnya masih teratur. Siang tidur 1-2 jam selang 3 jam-an karena tidak ada gangguan apapun. Jadi rutinitas tidur malamnya juga baik-baik saja, sekitar jam 8 sudah tidur. Paling nyusu lagi jam 1 malam, itupun sambil merem. Nanti minta susu lagi jam 4 - 4.30 pagi lalu langsung bangun pagi. Mulai umur 15 bulanan baru suka tidur malam, pokoknya kalau belum capek dia belum tidur. Ortunya yang capek membujuknya tidur : dikasih lagu-lagu, disusuin lama, didongengin. Akhirnya dibiarkan main sampai capek baru dia tidur," katanya. Ditambahkannya lagi, "Kalau anak keduaku umur 7 bulan lain lagi. Sebulan terakhir ini tidur siangnya tidak bisa lama karena diganggu kakaknya, paling cuma 1,5 jam, itu juga kalau kakaknya tidur. Jadi karena siangnya capek, malamnya jam 8 sudah pules sambil nyusu. Nanti jam 12 bangun untuk pipis dan nyusu, jam 3 bangun lagi dan tidur sampai 5.30 pagi." "Kalau ingin anaknya tidur teratur coba deh ajak main-main sampai capeknya. Mainnya dijadwal sesuai keinginan jam tidurnya. Misalnya ingin anaknya tidur malam jam 8an ya satu atau dua jam sebelum itu coba dibuat capek,"ujarnya
Tanggapan keempat, "Anakku juga sempat jam tidurnya berantakan, tapi memang akunya juga tidak terlalu ambil pusing. Tetap saja jam 8 bersih-bersih, ganti piyama, sikat gigi, dan sederet ritual tidurnya. Kebetulan memang kalau mau tidur, jam 6-an anakku dimandikan air hangat dulu biar badannya bersih, terus pakai piyama, minum susu sambil baca buku cerita atau nonton film ringan sama aku. Mau dia tidurnya jam 11, yang jelas paling lambat jam 9 malam sudah masuk kamar. Sekarang malah sudah bisa alasan mau pipis lah, mau pup lah, mainannya ketinggalan lah, pokoknya segala alasan kalau gak mau tidur, " kata seorang mommy.
Ditambahkannya, "Yang penting kita tentukan ritmenya. Dibiasakan pakai ritual sebelum tidur. Kalau perlu, buat kegiatan yang memang hanya bisa dilakukan pas mau tidur. Misalnya aku dan suami ngajak dia 'main kapal-kapalan di kamar', artinya, naik tempat tidur, 2 guling dijajarkan, lalu dia duduk di tengahnya seakan-akan naik kapal, dan kita nyanyi 'Row Your Boat' sampai ccapek, dan semua awak kapal harus tidur kalau sudah sampai pulau dan sudah gelap alias lampunya dimatikan. Kalau dia lagi ngadat ya bisa lama, tapi kalau sudah capek ya langsung tidur." "Jadi ikuti saja ritmenya, pelan-pelan nanti bisa berubah kok. Yang penting kitanya harus konsisten soal ritual sebelum tidur. Nantinya pasti jadi kebiasaan kalau jamnya ritual mulai, si anak malah jadi minta masuk kamar. Nanti seiring perkembangan, pasti jadwal tidur malam juga makin panjang. Anaku baru bisa tidur panjang di atas 1 tahunan, itupun tidur sepanjang malam kalau betul-betul capek dan teler. Kalau nggak ya masih minta susu. Waktu baru-baru bisa jalan malah bisa begadang sampai jam 2 pagi, saking senangnya karena baru bisa jalan. Tapi ya aku ikutin aja, toh kalau capek dia tidur sendiri. Kan kalau kurang tidur, paling tidur siangnya besoknya lebih cepet aja..," ujarnya menutup pengalamannya.
Tanggapan kelima menceritakan kebiasaan anaknya yang berusia 8,5 bulan. Katanya, "Tiga hari yang lalu anakku tidak mau menyusu, bahkan tidak mau menoleh ke susuku. Sebelum kejadian ini dia jam 1 malam nangis kelaparan dan aku kasih makan deh jam setengah 2nya. Selanjutnya semenjak hari itu aku bikin jadwal begini : 06.30 makan pagi 08.00 mimi susu 08.30 tidur 10.30 makan buah 13.30 makan siang 16.00 ngemil biskuit 17.00 mandi 18.00 tidur 20.30 makan malem 21.30 tidur Setelah itu dia tidur nyenyak sampai pagi jam 5. Coba deh diubah jadwal makannya, jadi dia tidur dengan perut kenyang, jadi nyenyak.."
Tanggapan keenam menceritakan 2 dari 3 anaknya yang senang tidur malam-malam. Katanya, "Memang harus dibuat ritual, dan suasana rumah harus sepi. Lampu mati, tidak ada aktivitas, tidak ada suara. Bapaknya kalau mau kerja juga harus tanpa suara. Lalu mereka harus dibuat capek banget, tapi kalau terlalu capek malah susah tidur."
Soal menghilangkan kebiasaan menyusu malam-malam, beberapa mommies mengeluh punya problem yang sama. Ada yang sama-sama belum bisa menyetop kebiasaan menyusu malam-malam, ada juga yang belum berhasil karena "Anakku kalau nangis bisa bikin heboh dunia! Jadi aku masih cari cara buat melepas dia dari ASI malam-malam," katanya.
Tanggapan dari mommies lainnya :
"Masalah minum susu tengah malam, anakku sampai sekarang 28 bulan kadang masih bangun malam. Biasanya, kalau makan malamnya sedikit, pasti malam suka bangun kelaparan atau haus. Gak ada bedanya sih, sama-sama nangis minta susu. Mungkin anaknya cuma haus. Kita juga kadang suka terbangun malam-malam karena haus kan. Waktu di bawah 1 tahun anakku malah bisa 2 - 3 kali bangun. Ya aku ikutin aja. Aku penganut ajaran 'santai aja', jadi aku tidak terlalu khawatir anakku minum susu tengah malam. Asal kita ajari sikat gigi yang benar, insyaallah giginya tetap bagus. Toh gigi susu akan tanggal juga. Memang sampai sekarang aku juga tidak pernah kasih susu yang ada gulanya, hanya susu UHT plain."
"Anakku dulu yang penting malemnya lepas ASI dulu. Sudah lepas ASI, kalau bangun malam minta susu, aku kasih air putih pakai gelas. Sekarang sih udah enggak minta susu kalau malam. Kalaupun minta, artinya dia lapar. Dia bangunkan bapaknya, minta dibukakan pintu dapur, buka kulkas, tuang susu sendiri. Sudah selesai minum susu, minum air putih lalu tidur lagi."
"Selama masih menyusu, mereka tetap akan ngebangunin kita. Apa boleh buat, kalau mau ASI sampai 2 tahun, jalanin saja jadi 'zombie'. Makanya anakku disapih saat 20 bulan, soalnya kangen good night sleep!"
DD/WRM
|
|
|
Ke Atas  |
|
 |
|
|