We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kenali Nikmat Yang Diberikan-Nya
Kenali Nikmat Yang Diberikan-Nya E-mail
Pengirim: Novianti   
Kamis, 28 Juni 2007

 Tulisan ini berawal dari kegemasan Saya terhadap seorang wanita karir yang cukup sukses di perusahaannya. Namun betapa mencengangkan saya saat mendengar pertanyaannya terhadap seorang suster di sebuah rumah sakit.  
"Bagaimana anak saya, Sus?" begitu pertanyaan awal sang Ibu, sebut saja Ibu Lisa, ketika Suster melakukan pemeriksaan terhadap anaknya yang berusia 4 tahun. Suster yang ramah tersebut menjawab "sudah mendingan Bu. Panasnya juga sudah turun, 38.5°C. Hasil Lab juga sudah turun, tapi nanti dokter yang akan menjelaskannya" Ibu Lisa mendengarkan jawaban Suster dengan seksama.

Kemudian komentarnya, "Oooo.. begitu ya Suz. Memangnya suhu tubuh itu normalnya berapa Suz?"

Nah Lho..! Sayapun terkaget-kaget dengan pertanyaannya. Masa sih seorang Sekretaris perusahaan tidak tahu berapa suhu tubuh yang normal? Apalagi Ibu tersebut sudah memiliki 2 orang putera. Yang sedang di opname ini adalah putera keduanya.

***

Berawal dari sebuah sms dari seorang ayah yang isinya "mohon doanya, anak saya masuk rumah sakit sejak tadi pagi karena kejang"

Sms yang ditujukan kepada suami saya. Saya dan suami langsung konfirmasi melalui telepon dan menanyakan di RS mana anaknya dirawat. Setelah mendapatkan alamat RS tsb, kami langsung menuju kesana.

Memasuki ruang perawatan, saya menemui sang anak, Dani, tengah merengek minta dicabut jarum infusnya. "Mama, Dani mau pulang, Ma… infusnya sakit Ma..." begitu rengeknya.

Dengan suara agak keras, sang Mama berkata, "makanya kamu makan, kalo ngga mau makan, biar aja diinfus terus"

Setengah memaksa, sang Mama menyuapi bubur nasi yang disediakan RS. Dani hanya makan 3 suapan, itupun sambil menangis, Sungguh pemandangan yang menyedihkan buat saya. Si Anak tidak mau makan, dan Mamapun marah karenanya.

Sang Mama, Lisa kemudian menuturkan penyebab anakknya masuk RS.

Berawal keluhan sakit di perut sang anak. Kemudian diikuti diare selama kurang lebih 7 kali dalam semalam. Menjelang tengah malam, suhu badannya panas, tapi tidak pasti suhunya berapa. Inipun cukup mengejutkan saya, karena di rumah yang menurut saya cukup berada, tidak tersedia thermometer. Dani sudah diberikan Buffect, katanya (obat yang selalu diberikan untuk panasnya). Hingga saat fajar menjelang, sang Mama dikejutkan dengan suara Dani yang memanggil2nya dengan suara aneh. Ternyata Dani mengalami kejang demam..!! Mama Lisa langsung menjerit2 histeris, tidak tau apa yang harus dilakukan. Seisi rumahpun terbangun dan panik. Mama Lisa hanya ingat satu hal yang dia dapat dari hasil bertetangga, Jika anak kejang, masukkan sendok atau apapun untuk mencegah lidahnya tergigit… piiuuuhh ..!! ternyata naluri seorang Ibu masih bisa diandalkan, walaupun harus mengorbankan jari-jarinya (karena hanya itu yang terpikir untuk mencegah lidah Dani tergigit)

Ternyata seorang wanita karir yang saya kagumi karena kesuksesannya di perusahaan, karena disiplinnya mengatur anak-anaknya, dan karena luwesnya bergaul dengan tetangga, mampu mengejutkan saya dengan ketidak-tahuannya akan suhu tubuh normal, apa itu lactobe, apa itu Pedialit,  apa itu Ibupropen (apalagi efek sampingnya), bagaimana cara membuat air tajin dan bagaimana treatment untuk anak yang diare agar tidak dehidrasi. Bahkan di rumah yang lumayan bagus itupun tidak memiliki thermometer, yang saya yakin bukan karena masalah dana.

Moms, ternyata pengetahuan mahal harganya. Coba deh, seandainya Mama Lisa tahu bagaimana memperlakukan diare pada anak, mungkin biaya rumah sakit bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih penting. Atau jika Mama Lisa tau bagaimana mengukur suhu tubuh anak dan tahu memperlakukan anak yang sedang demam, mungkin Dani tidak akan mengalami kejang demam dan tidak perlu mengalami kesakitan saat infus dan ambil darah. Mama Lisa bahkan tidak tahu bahwa di internet kita bisa mendapatkan banyak teman dan ilmu pengetahuan tentang kesehatan anak.

Dalam hati Saya bersyukur. Walaupun saya bukan seorang sekretaris perusahaan, paling tidak saya bisa menyuapi anak-anak  saya dengan  tersenyum, saya bisa membuat air tajin (resep dari Ibu) sebagai minuman/makanan selingan di saat anak diare.

Walaupun saya tidak terlalu popular, saya memiliki teman-teman yang bisa diandalkan dalam suka maupun duka, saya bahkan masih bisa buka-buka internet dan mengikuti milis-milis kesehatan demi mendapat pengetahuan tentang kesehatan dan perkembangan anak. Walaupun rumah kami sangat mungil untuk ukuran keluarga dengan 3 putera, di rumah tersedia thermometer yang setiap saat bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak disaat demam.

Belum lagi teman-teman milis yang setiap saat bisa diajak berdiskusi tentang segala hal.
Sayapun kembali ke masa lalu. Sering kali saya tak bersyukur dengan kondisi yang ada. Padahal bila dihayati, sungguh semua yang saya miliki adalah harta yang tak ternilai yang diberikan oleh Zat yang sangat menyayangi hamba-Nya. Ya Allah, ampuni hamba yang seringkali mengingkari nikmat-Mu.(Novianti)

 
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement