|
Yuk Bedah Buku Bersama Balita |
|
|
Pengirim: Hani Iskadarwati
|
|
Kamis, 14 Juni 2007 |
 Usia anak Balita merupakan masa yang penuh kesibukan dan tanda tanya bagi para orang tua, terlebih kepada para ibu muda yang belum berpengalaman. Inipun ternyata melanda saya dan suami. Akhirnya berbagai teori pendidikan dan pengasuhan anak yang rajin ditelaah saat luang seringkali berbenturan dengan kenyataan yang dihadapi sehari-hari.
Anak balita yang penuh energi dan keingintahuan, seolah seperti tak mengenal rasa lelah. Selalu berpindah dari satu aktifitas ke aktifitas lainnya.
Salah satu kegiatan selain menonton TV yang dapat membuat anak kami asyik dalam dunianya adalah membaca, terutama saat membaca menjelang tidur. Tentu saja membaca di sini adalah saya atau suami yang membacakan untuk anak. Lama-kelamaan, si kecil dapat menghafal kata demi kata hanya dengan melihat gambarnya saja.
Keingintahuan saya muncul, sebenarnya kapankah waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca? Terbersit rasa khawatir jangan-jangan saya terlambat mengenalkan cara membaca, di lain waktu jangan-jangan malah saya terlalu dini mengajarkan pengenalan pada kemampuan membaca. Akhirnya saya mencoba mencari informasi yang ada.
Kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mengajarkan membaca?
Menurut para ahli, anak tidak akan benar-benar membaca setelah usia 5 atau 6 tahun, atau untuk alasan yang tepat. Alasan mereka, karena setidaknya setelah usia itu, kebanyakan anak-anak belum mempunyai jaringan saraf yang membuat mereka bisa mendekodingkan huruf cetak dan secara mental mengkombinasikan huruf-huruf tersebut menjadi kata-kata. Beberapa anak mungkin dapat membaca dalam usia muda, namun kebanyakan karena mereka bisa dengan sendirinya, bukan karena belajar melalui kelas.
Kunci untuk persiapan membaca adalah perintah tak langsung, termasuk di dalamnya mengenalkan anak dengan buku-buku dan cerita yang dapat menarik perhatian anak. Tugas kita adalah untuk menunjukkan bahwa buku itu penting dan menyenangkan. Dan cara terbaik adalah dengan membacakan buku pada anak kita.
Bayi 6 bulan sudah dapat dibacakan buku sederhana dengan gambar dan label. Antara usia satu dan dua tahun, anak-anak biasanya tertarik dengan buku dengan pengulangan kata atau kata berima. Antara usia dua dan tiga anak sudah dapat menikmati teks yang lebih panjang dan cerita sederhana.
Pastikan saat membaca anak dapat melihat gambar dengan jelas, dan tunjuk gambar-gambar atau katakata yang menarik perhatiannya.
Buku alfabet dapat membantu anak mengenali huruf dan mengenali nama mereka sendiri saat mereka berusia tiga tahunan. Banyak anak-anak yang sudah dapat mengenali tanda, logo dan gambar, sehingga mereka mengerti dan mengenali banyak nama yang ada di sekitar mereka, seperti tanda stop, nama restoran fast food, merek mainan,atau merek makanan dan logo supermarket misalnya. Carapengenalan seperti ini adalah tahapan yang penting dalam persiapan menuju membaca. Hal ini menunjukkan bahwa anak dapat mengenali kata-kata yang tertulis mewakili benda dan idea. Bila saat membaca buku anak dapat memiliki konsep yang sama persis sebagaimana kata yang dimaksud, anak sudah membuka jalan menuju keahlian membaca.
Setelah membaca berbagai informasi yang tersedia, saya menyadari mengapa di banyak negara maju di Eropa, bahkan anak dilarang untuk diajarkan membaca sebelum usia 7 tahun.
Kenyataannnya banyak dipraktekkan di banyak negara kompetisi untuk anak dapat membaca sedini mungkin. Banyak para ahli yang menyarankan agar jangan memaksa anak untuk dapat membaca sebelum waktunya, terutama karena baik secara fisik maupun psikologis akan sangat membebani anak, dan ada kemungkinan pada saat usia sekolah nantinya anak merasa bosan dengan pelajaran yang ada. Bagi saya dan suami, salah satu cara menumbuhkan minat baca anak adalah dengan membawa anak ke perpustakaan umum, dan memberikannya kebebasan memilih sendiri buku mana yang akan dipinjam, dan buku apa saja yang akan kami bacakan untuknya malam menjelang tidur. Kadangkala akan kami biarkan ia berimajinasi dengan karangan ceritanya sendiri yang berasal dari cerita buku yang ia modifikasi.
Dari cerita yang ada, tumbuhlah banyak pertanyaan dan terbukalah cakrawala dan dunia baru bagi anak-anak kita.
Yuk kita bedah buku bersama anak-anak!
Link: www.babycenter.com/expert/toddler/toddlerdevelopment/6900.html www.pbs.org/parents/readinglanguage/toddler/reading_milestone_toddler.html www.pbs.org/parents/readinglanguage/baby/main.html www.babycenter.com/expert/toddler/toddlerdevelopment/6900.html |