|
Jagoan Kecil Yang Mengeluh Tentang Pipisnya |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Kamis, 07 Juni 2007 |
Diskusi ini berawal dari keluhan yang disampaikan seorang Mom. Sepertinya apa yang dialami jagoan kecilnya cukup membuatnya khawatir. Pasalnya si jagoan yang berusia 3thn itu, saat buang air kecil ia tampak meringis dan menangis menahan sakit. Kejadian malam itu kembali berulang saat pagi menjelang. Tentu Mom yang baik ini tidak tega bila jagoan kecilnya mengalaminya terus-menerus. Seorang Mom membagi pengalamannya dengan menyarankannya untuk mencari tau lebih dulu kesulitan yang dialami si kecil. Bila saat pipis si kecil tampak mengejan dan ujung kemaluannya menggelembung, bisa jadi ini pertanda ada yang menyumbatnya. Untuk mengatasinya, bantu si kecil pipis dengan mengurut2 kulit di sekitar kemaluannya perlahan-lahan ke belakang. Biasanya cara ini cukup membantu. Selanjutnya, bujuk si kecil agar bersepakat untuk dibersihkan kemaluannya. Caranya dengan menarik kulit di sekitar kemaluannya ke belakang hingga ujungnya tampak mekar terlihat. Setelah itu bersihkan perlahan dengan kapas yang telah dicelupkan air hangat. Aktifitas ini bisa dilakukan minimal 1x dalam sepekan. Namun, bila indikasi lain yang tampak, misalnya ujung kemaluannya tampak kemerahan (pink) ini menandai kemaluannya telah mengalami infeksi. Untuk memastikannya sebaiknya berkonsultasilah ke dokter. Biasanya keluhan itu juga berawal dari kotoran yang bekerjasama dengan kuman dan bakteri. Tentu dokterlah yang dapat memberikan rekomendasi tindakan yang paling tepat. Tapi biasanya, salah satu pilihan yang disarankan adalah di sunat.
Sunnat bukan cuma mengatasi keluhan itu tapi juga membuat kemaluan senantiasa bersih sehingga tidak lagi khawatir dengan masalah penyumbatan tadi. Masih berdasarkan pengalaman dan beberapa literatur yang pernah dibacanya, mom itu juga menegaskan bahwa sunat saat kecil tidak menghambat pertumbuhan si kecil. Lain lagi bila keluhannya bukan ditandai dengan hal-hal diatas. Misalnya, pipis yang tersendat-sendat, sangking berjuang keras untuk pipis sampai loncat2 hingga meriang atau panas di sekitar perut bawahnya, segara bawa si kecil ke dokter. Bisa jadi ini pertanda hernia. Kalau benar, operasi adalah jalan untuk mengatasinya. Hikmah dari pengalaman sharing para Mom, sebaiknya biasakan anak untuk tidak menahan pipis. Memang aktifitas buang air kecil lebih mudah ditunda ketimbang buang air besar. Biasanya bila anak sudah keasikan bermain, jadi menunda-nunda untuk buang air kecil. Oleh karena itu pandai-pandailah kita, Baik itu Mom, pengasuh atau Nenek-kakek yang menemaninya bermain untuk mengingatkannya tidak menahan dan menunda-nunda buang air kecil. (Ina/WRM)
|