|
Perilaku Merokok pada Perempuan |
|
|
Pengirim: Wida Ariesi
|
|
Rabu, 23 Mei 2007 |
Perilaku merokok bukanlah perilaku yang asing lagi di sekitar kita. Bahkan kelompok umur perokok pun sangat bervariatif dan bukan menjadi dominasi kaum pria saja.Telah banyak penelitian yang mengungkapkan tentang bahaya merokok. Namun hal tersebut tampaknya tidak mengurangi jumlah perokok yang ada. Bahkan kebiasaan merokok ini tampaknya menjadi trend dikalangan remaja seiring dengan banyaknya sponsor perusahaan rokok pada pagelaran musik atau kegiatan olah raga.
Merokok pada Perempuan
Di Indonesia perilaku merokok pada perempuan bukanlah hal yang tabu lagi.Bahkan perilaku ini sudah banyak dilakukan oleh para remaja perempuan. Apa yang menyebabkan para remaja ini merokok? Pada tahun 2002, saya pernah melakukan penelitian tentang perilaku merokok di kalangan remaja putri di Yogyakarta. Alasan mereka merokok sangat bervariasi, antara lain, iseng,tekanan/pengaruh sosial, dan stress sehingga tanpa disadari merokok sudah menjadi kebiasaan yang melekat pada diri mereka.
Akibat merokok pada Perempuan
- Pada perempuan hamil, merokok dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungan seperti kelahiran prematur,Risiko kematian janin yang tiba-tiba atau sudden infant death syndrome (SIDS), Nikotin juga dapat terserap dalam ASI sehingga bayi yang menghisap ASI akan ikut tercemar nikotin. - Perempuan merokok akan lebih cepat mengalami menopause - Nikotin juga akan menyebabkan kulit menjadi kering, keriput karena kurang sirkulasi darah. Partikel-partikel rokok akan menempel pada kulit sehingga akan menimbulkan aroma yang tidak sedap dan menyumpat paru-paru. - Lebih berpeluang menderita kanker rahim dan payudara.
Apa yang dapat dilakukan agar perilaku merokok pada perempuan ini dapat dikurangi? Hal pertama adalah adanya kesadaran pribadi tentang bahaya merokok, terutama bagi perempuan. Selanjutnya adalah niat dan keteguhan hati untuk sesegera mungkin mengurangi/menghilangkan perilaku merokok. Upaya untuk mengurangi merokok bisa dilakukan dengan mengurangi jatah merokok dari hari ke hari. Semisal setiap hari dalam minggu pertama rata-rata merokok adalah 7 batang rokok. Maka minggu kedua jatah merokok rata-rata setiap hari menjadi 6 batang. Minggu ketiga 5 batang demikian seterusnya. Sehingga jumlah nikotin yang diserap tubuh akan terus berkurang dan pada akhirnya tubuh terbebas dari nikotin. |