We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kesehatan Kita arrow Jenis dan Manfaat Lalapan
Jenis dan Manfaat Lalapan E-mail
Pengirim: Ena Lubis   
Rabu, 23 Mei 2007

 Masyarakat  Sunda senang sekali lalap-lalapan. Banyak jenis sayur disantap mentah dengan teman sambal. Berikut beberapa jenis lalapan yang sering dikonsumsi, lengkap dengan kandungan gizi dan manfaat lain yang bisa didapat.
1. Kemangi

Daunnya kecil-kecil dengan bau harum sangat khas. Sering dijadikan sebagai bahan lalapan. Pada masyarakat Manado dan Makassar, daun kemangi dijadikan sebagai salah satu bumbu untuk menambah kelezatan olahan ikan.

Kemangi kaya akan kandungan minyak asiri, protein, kalsium, fosfor, besi, dan belerang. Dalam ilmu pengobatan tradisional disebutkan, keharuman kemangi bisa menghilangkan bau badan. Selain itu juga memiliki efek menenangkan serta mengeluarkan gas dari dalam perut. Karena itu, baik dikonsumsi saat susah tidur.

Daun kemangi juga bisa mengurangi diare dan muntah. Membantu menyembuhkan sariawan dan menghilangkan bau napas atau mulut.

2. Labu Siam

Labu siam sering kali diolah dengan santan. Juga dijadikan campuran saat memasak sayur asam. Jika ingin dijadikan lalapan, biasanya direbus atau dikukus sejenak. Kaya kandungan air, protein, lemak, kalsium, fosfor, dan besi.

Labu siam bisa membantu proses penyembuhan gusi berdarah. Caranya, parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok madu. Minum tiga kali sehari. Untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai lauk setelah dikukus atau direbus. Jika suka bisa dimakan mentah.

Getah labu siam baik digunakan untuk menghilangkan garis hitam di tumit. Dioleskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu cuci tumit hingga bersih.

3. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air sampai 90 persen, sehingga efeknya dapat membantu menyiram bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung kemih. Sifat diuretik juga membantu meringankan retensi air. Kandungan airnya mampu membantu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal. Karena itu, mentimun sangat baik dikonsumsi penderita encok.

Mentimun juga berfungsi sebagai makanan pelangsing yang sempurna, karena memberi efek mengenyangkan. Selain itu, mentimun kaya kalori, vitamin A, B1, B2, C, kalsium, kalium, mangan dan sulfur.

Campuran air dan jus mentimun dapat menurunkan demam dan mendinginkan kulit. Selain itu, baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Dengan begitu banyak manfaat, tidak rugi menjadikan mentimun sebagai salah satu jenis lalapan. Bisa dimakan mentah atau direbus dulu sebentar hingga kandungan airnya bertambah banyak.

Jika ingin mengonsumsi mentah, sebaiknya di dua bagian ujung timun dipotong terlebih dahulu, kemudian gosok memutar hingga getah keluar. Dengan demikian saat disantap tidak lagi pahit.

Jangan buang biji mentimun. Sebaiknya dikonsumsi seluruhnya, karena di bagian biji mengandung alkaloid yang bisa membantu menyembuhkan penyakit cacingan, terutama pada anak.

4. Kubis atau kol

Secara garis besar ada dua macam jenis kubis, yaitu merah dan hijau keputihan. Biasa digunakan untuk lalap dan campuran sup ayam. Banyak mengandung vitamin C, kalium dan asam folat.

Kandungan kaliumnya membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Banyak yang tidak menyukai bau kubis mentah. Tapi jika tahan mengonsumsi mentah atau dibuat jus, sangat baik untuk membantu mengobati nyeri tenggorokan dan sariawan. Tapi sebaiknya dikonsumsi tidak berlebih, karena bisa menimbulkan gas dalam perut.

5. Selada

Diduga berasal dari Asia Barat, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Jepang, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat dan Belanda merupakan negara yang memberi perhatian lebih pada budi daya selada.

Biasa dimakan mentah dan dibuat salad. Jenis sayuran ini bisa membantu mengurangi risiko kanker, katarak, stroke, meringankan insomnia dan mengurangi gangguan anemia.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement