We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Awas Bahaya Kartu Kredit!
Awas Bahaya Kartu Kredit! E-mail
Pengirim: Retmawati   
Kamis, 10 Mei 2007
 "Anda punya kartu kredit?" Mungkin sebagian besar orang akan jawab "iya". Zaman sekarang, rasanya kok "kurang gaul" kalau enggak punya kartu kredit, begitu ungkapan seorang teman. Tapi... kalau kita mengalami suatu masalah dengan kartu kredit itu, dan para debt collector mulai berdatangan atau menelepon tak kenal waktu, di mana enaknya?
Seorang teman bahkan mengeluh, "Kapan ya, aku bisa melunasi kartu kreditku. Kok makin lama rasanya makin berat." Hal yang sama juga pernah saya alami. Berat, bahkan tiap kali tagihan datang rasanya deg-degan saat mau melihat angka-angka di dalamnya. Seorang teman bahkan sudah sampai taraf "putus asa" karena kartu kredit yang dia punya lebih dari 5. Yah, memang kadang penawarannya menggiurkan. Misalnya, kartu kredit A memberi diskon kalau belanja di satu supermarket; kartu kredit B memberi kemudahan untuk nonton film; sementara kartu kredit C memberi diskon besar untuk makan di restoran X. Siapa yang tak tergiur?

Kesalahan

Waktu kemarin membaca sebuah harian ekonomi, saya terperangah melihat begitu banyaknya kredit macet di Indonesia yang hampir mencapai 10% (bandingkan dengan Malaysia yang hanya pada kisaran 2%). Kenapa bisa begitu? Kesalahan yang banyak dilakukan orang adalah: "borrow money now, think about paying later". Itu juga yang pernah saya lakukan. Beli, beli, dan beli tanpa memperhitungkan cara pembayarannya. Karena waktu itu saya berpikir, "Ah, bayarnya mencicil ini kok. Jadi enggak berat." Tapi, ternyata itu juga satu kesalahan karena saya tidak memperhitungkan bunga, biaya administrasi, materai, dan lain-lain. Akibatnya, makin lama tagihan makin membengkak. Hal ini juga diperparah dengan kesalahan saya berikutnya: membayar hanya sesuai pembayaran minimum.

Kesalahan berikutnya, yang seharusnya dari awal saya sadari, adalah tidak tahu bagaimana cara bank penerbit kartu kredit menghitung bunga. Yang saya tahu, rasanya saya bayar tiap bulan, tapi kok rasanya tagihan bukannya berkurang, malah makin bertambah.

Waspada

Moms, saat mengajukan form aplikasi untuk mempunyai kartu kredit, sebaiknya bacalah dengan cermat. Tanya ke petugasnya, bagaimana cara perhitungan bunga di bank tersebut. Tanya metode apa yang digunakan. Jangan sampai kita terjebak bunga berbunga yang menyertai tagihan. Jika bank tersebut menggunakan metode two cycle average daily balance, patutlah waspada. Karena apabila menggunakan metode ini, dan kita tidak bisa membayar lunas saat tagihan datang, maka kita akan rugi.

Jika "terjebak"

Kalau kemudian kita sudah merasa "terjebak" dengan kartu kredit tersebut, lantas bagaimana? Pasti rasanya enggak enak ya, dikejar-kejar debt collector dan hanya bisa membayar tagihan sesuai pembayaran minimum (bahkan mungkin kadang enggak bisa membayar). Apa yang harus dilakukan? Kalau keadaan sudah sangat mengkhawatirkan dan mungkin debt collector terus mengejar-ngejar dan memaki dengan menggunakan kata-kata kotor, Anda bisa melakukan beberapa hal:
- Datang ke bank penerbit kartu kredit. Lakukan negosiasi dengan bank tersebut. Sampaikan permasalahan bahwa kita sudah merasa berat untuk mencicilnya. Kita harus benar-benar bisa bernegosiasi. Gak ada salahnya kok Moms. Sebab, biasanya kalau alasan kita diterima, bank juga menawarkan program yang lebih ringan. Misalnya mengurangi bunga atau bahkan tanpa bunga sama sekali.
- Jika hal itu ternyata tidak berhasil dan mungkin kita memang tidak mengetahui cara bernegosiasi dengan bank, kita bisa datang ke pengacara. Ada loh, pengacara yang khusus menangani hal seperti ini. Tapi, kalau lewat pengacara, tentunya kita harus bayar loh ya. Biasanya biaya dihitung sekian persen dari total tagihan yang mau ditutup. Biaya ini juga bisa kita negosiasikan.
- Jika benar-benar sudah tidak ada dana, liat kembali di sekeliling rumah kita. Aset yang ada kita berdayakan. Misalnya, menjual mobil. Toh kita masih bisa naik bus kan? Atau jual handphone, ganti dengan seri yang lebih murah. Pokoknya, kalau sudah sangat terdesak, berdayakan aset yang ada di sekeliling kita.
- Yang perlu diingat, kalau kita didatangi oleh debt collector, jangan sekali-kali menitipkan uang ke debt collector tersebut. Lebih baik bayar langsung ke bank.


"Debt Diet"

Nah, sebelum kita dikejar-kejar debt collector dan kita "mungkin" masih ada kemampuan untuk membayar, tapi sudah mulai berat, hal yang perlu dilakukan adalah "berdiet".
Di Oprah.com edisi debt diet ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, di antaranya:
- Berhenti belanja yang enggak perlu. Tinggalkan kartu kredit di rumah kalau memang enggak perlu banget.
- Jangan up grade kartu kredit kalau misalnya tidak sangat perlu dan tidak dalam keadaan terpaksa. Gak perlu lah, kita punya kartu kredit platinum kalau enggak perlu-perlu amat.
- Siapkan dana khusus untuk acara tertentu (ulang tahun, syukuran, angpau, liburan, dan lain-lain)
- Bayar tagihan kartu kredit tepat waktu agar tidak terkena biaya keterlambatan
- Mulailah berhemat. Bawa bekal ke kantor, kurangi makan di luar.
- Jika mau berbelanja bulanan, buatlah daftar barang-barang yang akan dibeli. Jangan pernah menyimpang dari daftar tersebut.
- Sebisa mungkin lakukan transaksi secara tunai (cash).

Nah, moms... mulai sekarang, hati-hatilah memakai kartu kredit. Kita bisa berbelanja sesuka hati dengan kartu kredit tersebut, tapi dengan catatan, kita juga punya uang untuk membayarnya. Saat hendak membayar, hitung ulang tagihan. Selain bunga, masukkan pula biaya administrasi, uang yang harus dikeluarkan saat harus membayar tagihan lewat ATM, materai, dll.


Sumber: Berbagai sumber
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement