|
The Dante Club adalah novel genre fiksi sejarah dengan setting di Boston, 1865. Bercerita tentang serangkaian pembunuhan yang diilhami oleh adegan-adegan dalam “Inferno,” Di Vina Commedia, karya Dante Alighieri (1265-1321M), seorang sastrawan Itali.
The Dante Club 615 Halaman Penerbit: Q-Press (Pustaka Hidayah) Penerjemah: Agung Prihantoro Penyunting: M.S. Nasrulloh
Novel ini bercerita tentang serangkaian pembunuhan keji yang terjadi di kota Boston. Diawali dengan terbunuhnya hakim Artemus Presccot Healey secara mengenaskan. Kepala polisi John Kurtz menduga kematian hakim Healey hanya pembunuhan biasa yang dilakukan oleh penjahat amatir yang banyak berkeliaran di Boston kala itu. Tapi ternyata dugaan Kurtz salah, karena di tengah tekanan yang polisi hadapi dalam menyelidiki kasus ini, membawa mereka pada bukti-bukti yang ganjil.
Nicholas Rey, satu-satunya polisi Afrika-Amerika di Boston yang pertama menemukan keganjilan-keganjilan atas kematian hakim Haley.
Saat sedang menginterogasi gelandangan yang tidak punya identitas, tanpa diduga gelandangan itu bunuh diri di tengah penyelidikan. Sebelum ia mengakhiri hidupnya terlebih dahulu gelandangan itu membisikkan sesuatu kalimat yang tidak dimengerti oleh Rey. Membuat Rey penasaran dengan arti kalimat itu dan membawa Rey bertemu dengan James Russell Lowell salah satu anggota Dante Club.
Tekanan yang dihadapi oleh kepolisian Boston semakin kuat saat pendeta Elisa Talbot terbunuh tak kalah mengenaskan dari hakim Healey.
Di saat itu pula sekelompok sastrawan Amerika menyadari kalau pembunuhan hakim Haley dan pendeta Talbot di ilhami oleh puisi Dante, yang sedang mereka terjemahkan. Dante Club yang beranggotakan sastrawan-sastrawan besar itu terdiri dari Hendry Wadsworth Longfellow, James Russell Lowell, J.T. Fields, Dr. Oliver Wendell Holmes dan George Washington Greene. Club yang didirikan untuk menerjemahkan karya penyair Itali dalam bahasa Inggris.
Sebenarnya ide menerjemahkan karya Dante sudah mendapat perlawanan dari Universitas Harvard yang menduga karya Dante akan membawa pengaruh buruk akan nasib sastra Amerika.
Namun campur tangan pihak Harvard tidak menyurutkan niat para anggota Dante Club dalam menerjemahkan karya Dante, mereka hanya khawatir dengan rentetan pembunuhan yang terjadi. Pembunuhan yang diilhami oleh karya Dante. Membuat mereka berjuang menemukan sang Pembunuh/Lucifer karena masa depan karya sastra Dante sedang di pertaruhkan.
Hanya ahli Dante-lah yang sanggup mengungkap pembunuhan yang terjadi, karena hanya merekalah yang mengerti bagaimana Dante meghukum para pendosa itu. Di bantu oleh Rey, mereka menyelediki dan mencari sang Lucifer, sekaligus menghentikan pembunuhan yang terjadi.
Ending yang tidak bisa diduga, alur cerita yang menegangkan, dan kita dimanjakan dengan karya-karya penyair besar seperti Hendry Wadsworth Longfellow, James Russell Lowell dan Dr. Oliver Wendell Holmes membuat saya bertekad menyelesaikan membaca buku ini di tengah-tengah waktu luang saya yang begitu sempit. Saya puas sekali baca buku ini karena saya bisa merasakan masuk ke dalam dunia Dante Club, club buku tertua yang pernah ada. (SA) |