|
Pengirim: dyah dyanita
|
|
Kamis, 26 April 2007 |
|
Seorang Mommies bertanya di milis WRM mengenai kebiasaan kerokan. Menurut beliau, sebelum menikah beliau tidak pernah dikerok, tetapi setelah menikah dan sedang hamil, beliau merasa lebih baik setelah kerokan. Untuk itulah beliau bertanya effek dari kerokan.
Beberapa anggota memberikan pencerahannnya mengenai kebiasasan kerokan ini. Menurut Mom yang sewaktu gadis biasa kerokan ternyata pori-pori kulit semakin membesar kalau keseringan dikerok, yang berarti kemungkinan masuk angin jadi lebih mudah. Lalu logam yang dipakai untuk kerokan, akan masuk ke pori-pori kulit, dan itu berbahaya untuk kesehatan. Untuk membuktikannya coba uang kerokan itu terus-terusan, tidak diganti-ganti, lama-lama pinggirannya jadi geripis, nah, geripis-an-nya itu yang masuk ke kulit kita.
Anggota lain juga menceritakan pengalamannya kebiasaan kerokan yang dilakukan keluarganya. Menurut Mom ini, setiap pegal ataupun capek, mereka terbiasa kerokan. Sampai pada kejadian ketika ayahnya merasa tidak enak badan lalu dikerok. Hasil kerokan, badan bukan lagi merah tetapi keunguan. Keesok harinya teryata keadaan tidak bertambah baik. Lalu dibawa ke rumah sakit. Ternyata ayahnya memiliki penyakit jantung. Sebenarnya ketika sedang di kerok, beliau sedang anfal, sehingga berbahaya jika salah menangani. Kerokan berbahaya untuk orang yang memiliki sakit jantung.
Menurut seorag anggota istilah masuk angin adalah suatu rasa tidak enak badan, seperti mau kena flu. Biasanya terjadi karena udara dingin atau terkena angin yang menyebabkan vasokonstriksi (menciutnya) pembuluh darah pada kulit. Dengan demikian aliran darah tersebut kurang memberikan nutrisi yang baik ke jaringan tubuh yang menyebabkan rasa tidak enak badan.
Oleh karena itu sering dipakai cara yang tradisional seperti KEROKAN. Dengan kerokan tersebut membuat melebarnya pembuluh darah tepi (vasodilatasi) sehingga aliran darah ke jaringan menjadi lebih baik dan orang tersebut merasa badannya agak lebih enak.
Sebenarnya dengan cara kerokan tersebut adalah kurang baik karena membuat pecahnya pembuluh darah tepi. Cara yang baik adalah menghangatkan tubuh dengan minuman hangat seperti jahe, teh. Respon dan ambang rangsang setiap orang dapat berbeda. Bisa saja kondisi/stamina kurang baik atau memang ambang rangsang yang lebih rendah terhadap respon dingin dari teman-teman Anda. Jadi untuk mengatasinya, perlu pakai baju hangat. (MD)
|