|
|
 |
       
|
Beranda Kumpulan Artikel Renungan Pembagian Tugas Dalam Hidup |

|
Pembagian Tugas Dalam Hidup |
|
|
Pengirim: Anky Padmadinata
|
|
Kamis, 26 April 2007 |
|
Hari ini, salah satu acara saya adalah membersihkan kaca jendela besar di rumah. Pekerjaan yang tidak terlalu saya sukai tapi memang harus dilakukan karena kalau tidak pandangan ke halaman belakang menjadi terganggu. Satu sisi kaca dibersihkan, bagian sebelumnya menjadi agak kabur, dibersihkan dengan arah ke atas ke bawah eeehhh ... yang baru dibersihkan dengan arah kiri kanan menjadi kabur lagi. Begitulah berulang kali akhirnya saya putuskan yaaahh ... lumayan ... lebih bersih dari sebelum dibersihkan .... !!
Tidak sedikit teman-teman Jerman saya dengan dalih sulit membersihkan kaca jendela, menyewa seseorang untuk membersihkan rumahnya. Saya pikir, membersihkan kaca jendela memang butuh sistem yang baik, peralatan yang menunjang dan kesabaran yang tinggi. Sistem saya yang maunya sekali usap langsung bersih memang agak sulit diharapkan, padahal peralatan penunjang, walau agak mahal untuk kelas lap pembersih, telah dibeli ... namun tetap saja masih ada sesuatu yang kurang.
Sesuatu ini dalam lingkup yang lebih luas, dikenal dengan minat, talenta kemudian ditambah dengan pendidikan maka akan berubah istilah menjadi spesialisasi. Spesialisasi ini di Jerman sangat menonjol, ahli bubut, ahli perkayuan, ahli perpipaan, ahli tembok, ahli cat, ahli listrik dan masih banyak ahli-ahli lainnya. Terlebih lagi sampai seseorang bisa menyandang ahli tertentu diperlukan waktu pendidikan yang tidak singkat, tergantung keahlian yang diminati, lamanya kurang lebih dua sampai tiga setengah tahun. Pendidikan ini bisa diambil setelah selesai pendidikan dasar wajib, setelah kelas 10 (setelah kelas 1 SMA).
Dalam sistem pendidikan di Jerman, selain kemandirian berpikir dan bersikap, minat seseorang sangat diperhatikan. Sejak Taman Kanak-kanak, sang pendidik seringkali bertanya : " Apakah kamu berminat untuk ...?" Bila tidak, pendidik tersebut tidak akan memaksa. Di tingkat SD pun demikian, selain yang wajib - banyak sekali pilihan yang bisa diambil sesuai dengan minat. Hingga mereka dewasa, minat dan pilihan hidup sangat dihargai oleh sistem yang ada, karena jenis dari pendidikan yang tersedia sangat bervariasi serta universitas bukanlah satu-satunya puncak dari pendidikan. Ditambah dengan pendidikan yang hampir gratis sangat memudahkan seseorang untuk berekspresi sesuai minat dan kesenangannya.
Tentu saja, dampak negatif yang dihadapi pemerintah Jerman saat ini adalah melambungnya tarif para ahli ini dibandingkan dengan tarif di negara tetangga apalagi negara Eropa Timur. Eiiit ... tapi ini sekarang agak menyimpang dari tujuan coretan saya.
Tidaklah heran kemampuan bekerjasama pun menjadi salah satu materi dalam pendidikan dasar di Jerman. Karena dengan kerjasama yang baik, suatu proyek yang seringkali memerlukan berbagai keahlian harus bisa dicapai. Dengan tentu saja mengesampingkan pendapat atau kritik pribadi demi tercapainya tujuan proyek.
Terkadang saya agak terheran-heran melihat bagaimana 2 orang Jerman, yang tidak pernah berhubungan di luar pekerjaan bahkan berpenampilan dan berpedoman sangat bertolak belakang bisa berkerjasama dengan baik dalam sebuah proyek. Tidaklah heran pula hasil dari kerja sama itu tidak mengecewakan. Bekerjasama memang bukan hal ajaib yang turun begitu saja dari langit, butuh pembiasaan, pendidikan, niat baik dan karakter yang kuat.
Saya pribadi juga melihat bahwa seseorang tidaklah mungkin merangkap sebagai ahli semua hal. Apalagi di zaman globalisasi yang semakin rumit dan kompleks, yang mana seringkali masalah yang perlu diselesaikan serumit dan sekompleks zamannya. Orang-orang yang ahli dalam bidangnya sangat dibutuhkan. Ditambah lagi saya percaya bahwasanya Allah SWT telah menciptakan manusia dengan masing-masing minat bukanlah tanpa tujuan. Tetapi untuk dijadikan sebuah kelebihan yang dapat digunakan untuk kebaikan umat manusia. Dari sanalah muncul pembagian tugas dalam hidup sesuai kekuatannya masing-masing apalagi ditambah kerjasama yang baik, bukankah tugas hidup seberat apapun akan menjadi terasa lebih ringan ??? (@AnkyP) |
|
|
Ke Atas  |
|
 |
|
|