We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Upaya Menimbulkan Lagi Gairah Suami Istri
Upaya Menimbulkan Lagi Gairah Suami Istri E-mail
Pengirim: Dian Yustisiana Adji   
Kamis, 19 April 2007

Sample ImageSetelah seharian bekerja di kantor atau di rumah, pasangan suami-istri tentunya berharap bisa saling meluangkan waktu berdua. Apalagi soal yang satu ini, yang tentunya menjadi salah satu inti hubungan suami-istri, seks. Tapi apa daya kalau baru saja berdekatan, tiba-tiba pintu kamar digedor-gedor oleh beberapa satpam kecil yang ingin tahu bapak-ibunya sedang apa di balik pintu yang tertutup.

Kalau Anda seorang istri atau suami yang masih tinggal dekat orang tua atau saudara lainnya dan punya pembantu (1 atau 2 bahkan 3), Anda termasuk beruntung. Karena kalau Anda ingin bepergian saja berduaan layaknya pacaran dulu, Anda punya beberapa pilihan baby sitter untuk anak-anak Anda. Tapi dilema yang kemungkinan besar dihadapi oleh para pasangan yang merantau jauh di luar negeri, adalah kurangnya waktu untuk berduaan. Jangankan bepergian berduaan, mau makan di rumah atau tidur sama pasangan saja susah. Lagi-lagi alasannya karena anak-anak.

Belum lagi kalau punya bayi. Sepanjang hari urusan si kecil jadi nomor satu, menyusui, membersihkan badannya, mengganti popoknya (yang pasti berkali-kali), kalau minta ditemani dll. Hal-hal yang kecil seperti saling menyentuh bahkan menyapa sayang saja jadi berkurang banyak.

Kehadiran anak bagi beberapa pasangan, terutama yang tinggalnya jauh dari sanak keluarga yang lain, bisa jadi momok yang mengganggu kelanjutan kehidupan seks antara suami-istri. Sebuah studi oleh Newsweek tahun lalu menghasilkan penilaian bahwa memang anak2 mengurangi kegiatan seks suami-istri: 15% - 20% pasangan menikah melakukan hubungan seksual kurang dari 10 kali dalam setahun - yang diberi julukan "the sexless marriage". Kesibukan yang dihadapi pasangan-pasangan tersebut dari mulai pekerjaan di kantor, pekerjaan di rumah, urusan keuangan, kegiatan sosial sampai kegiatan ekstrakurikuler anak-anak menjadi sumber kesalahan. Tetapi sekalipun diketahui sumber permasalahannya bukan berarti akan bisa diatasi persoalan yang ada.

Apalagi kalau salah satu pasangan merasa iri terhadap pasangannya yang bisa ke luar rumah (walaupun untuk pergi kerja), sementara ia harus "ngendon" di rumah mengurus anak-anak. Apalagi meskipun si pasangan sudah ada di rumah, tetap saja tanggung jawab utama dan yang paling repot adalah pasangan yang seharian di rumah. Perasaan kurang adil ini bisa menimbulkan kebencian terhadap pasangan dan menyebabkan jadi ogah sewaktu diajak untuk melakukan hubungan seksual, layaknya sebuah balas dendam.

Lalu bagamana jalan untuk mengatasinya? Rachel Blakeman (seorang psychotherapist dan managing editor untuk The Candidate), menyatakan bahwa kita harus memberikan kesempatan utama untuk perkawinan kita. Yaitu dengan berusaha mencari waktu dan tenaga untuk saling mencintai . Seks memang bukan yang utama dalam sebuah perkawinan, tapi sangat penting untuk tetap menjalin hubungan antara pasangan. Suami-istri harus berniat untuk bisa membawa kembali gairah ke dalam perkawinan mereka, demikian tambahnya. Pasangan bisa memulainya dengan berkomunikasi tentang keinginan seksual mereka  dan berdiskusi terbuka bagaimana cara menjalankannya. Bagian dari diskusi itu harus termasuk sebuah rencana untuk "kapan", "di mana" dan "berapa sering". Sesudah rencana itu terbentuk, tujuan dari pasangan suami-istri tersebut dapat mengikuti, demikian menurutnya.

Berikut adalah cara bagaimana supaya  bisa meningkatkan kehidupan seksual suami-istri:

1. Buat jadwal buat Anda dan pasangan,"we time" (rencanakan hari yang regular di mana Anda dan pasangan bisa bepergian berdua, kalau perlu tetapkan baby sitter khusus untuk hari2 itu).

2. Berinisiatif (kalau pasangan Anda tidak sedang "mood", coba lakukan pendekatan lebih dahulu. jangan mudah menyerah kalau usaha pertama tidak membuahkan hasil, coba lagi esok hari).

3. Berpakaian untuknya (upayakan untuk sesekali tidak tidur dengan pakaian tidur biasa Anda, pakai sesuatu yang membuat Anda dan pasangan saling tertarik, misalnya lingerie).

4. Munculkan lagi romantisme (selayaknya sewaktu masih pacaran, makan malam dengan di bawah cahaya lilin, saling memijat, nyalakan CD yang romantis yang bisa membuat Anda terkenang masa2 bulan madu).

5. Tumbuhkan lagi hubungan dengan pasangan (pandang matanya saat bicara berduaan - jangan cuma saling kirim sms atau email; bergandengan tangan dan jangan lupa: dengarkan dengan seksama apa yang pasangan Anda bicarakan).

(Dikembangkan dari Passion Killers: When Kids Arrive, the Lust Gets Lost - Sheryl Berk, Daily News, Sabtu, 27 Januari 2007)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement