Beberapa teman dekat sering bertanya kepadaku, gimana sih caranya menjalankan usaha? Apa perlu sekolah khusus? Apa perlu kursus manajemen?
Sebenarnya, (mengingat apa yang pernah diucapkan oleh seorang sahabat) yang paling utama dalam memulai sebuah usaha adalah adanya jiwa enterpreuner dalam diri orang tersebut. Sahabat saya itu juga mengutarakan alasannya. Katanya, tanpa jiwa enterpreuner, seorang pekerja hanya akan berakhir menjadi "pekerja". Dia akan sulit berkembang, bahkan mungkin mudah di-"lengser" dari jabatannya.
Lalu apa yang dimaksud dengan jiwa enterpreuner? Maksudnya adalah jiwa seorang pengusaha yang berani melakukan perubahan, mengambil resiko, membuat inovasi baru dan merealisasikannya. Asal tahu saja, hal tersebut bisa diasah asal ada kemauan, keyakinan dan konsistensi diri untuk melakukannya.
Selain itu, ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan jika kita ingin memulai suatu usaha.
Pertama-tama, temukan apa minatmu. Banyak orang memulai suatu usaha karena latah. Latah memang bagus. Tapi, ingat kalau kita juga harus memperkaya diri dengan pengetahuan seputar usaha yang kita kerjakan. Banyak orang yang berhasil karena hobi. Jadi, temukan apa yang menjadi minatmu, lalu pikirkan bagaimana dia bisa memberikanmu penghasilan.
Setelah itu, cari kebutuhan pasar. Lihat juga daya belinya. Dari sini kita bisa menentukan target pasar kita. Pasar mana yang bisa kita masuki dengan usaha yang akan kita kerjakan. Kemudian hitung berapa kisarana modal yang akan dikeluarkan setelah mendapatkan keseuaian poin-poin sebelumnya.
Jika sudah, ingatlah untuk memulai dari hal yang kecil dulu. Misal: saya ingin punya restoran. Kebetulan saya suka dan bisa memasak. Tapi modal saya sedikit. Jangan memaksakan diri! Usaha rumahan umumnya sukses karena mulai dari nol. Mulai dari berjualan di depan rumah. Kemudian, terima pesanan, beli kios, ikut pameran sampe bisa ekspor keluar negeri. Ini bisa terjadi karena kita membuat target penjualan. Jika hari ini saya bisa menjual 10 bungkus nasi uduk, maka besok saya ingin bisa menjual 12 bungkus. Begitu seterusnya. Malu jualan di depan rumah? Jangan kalau memang ingin sukses!
Dalam pelaksaannya, sebaiknya jangan bermimpi terlalu muluk. Maksudnya jangan memasang target berlebihan sehingga kita tidak bisa mencapainya. Yang dihasilkan malah stress dan putus asa. Modal habis sementara usaha tidak bisa lagi berjalan. Pelanggan komplain, salah-salah kita bisa dituntut karena tidak bisa menunaikan janji kepada pelanggan.
Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Jangan lupa mencatat para pemesan berikut alamat dan nomor telepon. Ini sangat membantu dalam mengembangkan usaha kita. Karena kalau kita ingin menyebar informasi baru tentang usaha kita, maka catatan inilah yang paling membantu.
Neraca keuangan usaha dengan dana rumah tangga juga tidak boleh dicampur. Bahaya! Karena keuangan yang tercampur bisa membuat usaha bangkrut. Maklum, bisa jadi modal yang kita siapkan malah habis dan usaha pun sulit untuk berjalan.
Jangan lupa melakukan promosi. Orang yang tinggal di sekitar kita tidak akan tahu kalau kita berdagang kalau tidak ada yang memberitahu.
Kalau kita sudah memperhatikan semua poin diatas, maka langkah selanjutnya adalah hal yang paling sulit dalam menjalankan usaha, yaitu: selalu mempelajari kebutuhan pasar dan mempertahankan kualitas (baik produk maupun kinerja).
Begitulah kurang lebih yang biasa saya lakukan. Semua adalah cara-cara yang sederhana yang biasa saya lakukan untuk menjalankan usaha rumahan saya. Semoga bermanfaat.
By. Ena Lubis – The Iron Chef