We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Buku arrow Juara Favorit Lomba Puisi: Cerminku Cerminmu
Juara Favorit Lomba Puisi: Cerminku Cerminmu E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 28 Maret 2007
Kamu datang bukan dengan mengetuk pintu,
tetapi dengan mencairkan sore yang beku
yang jemu, yang terperangkap di tumpukan kertas kerjaku.
Senyum lebar di bibirku, menyambutmu,
lupa akan sifat pemaluku.
Apa kabarmu, sapamu.
Kutahu basa-basi itu tak perlu,
namun dengan apa lagi kujamu kamu?

Tak ada kue kering di sini,
juga teh beraroma melati.
Bahkan endapan kopiku sudah basi,

membusuk oleh penat di ruangan ini.
Jadi tak apa kan, kalau kujalin basa-basi,
sekadar untuk menghangatkan hari?

Lucu.
Bukankah aku tak kenal suaramu?
Lembut aroma parfummu
cuma kulukis di benakku.
Aku tak sungguh-sungguh mengenalmu.
Namun mengapa canda, keluh, dan cerita-cerita lucu
tumpah-ruah tanpa ragu?

Sini,
kubagi denganmu cermin ini,
tak secantik cermin hias yang kamu tatap setiap hari.
Tetapi aku janji,
kesetiaannya mengungguli harum teh melati.

Karena,
ia hanya menyimpan hari ini.
Masa lalumu tak abadi,
mimpi burukmu tak berjejak di sini.
Tak ada yang kutawarkan, kecuali...
kujaga bayanganmu di cermin ini.

Bukan,
siapa bilang kamu maya?
Bagiku kamu lebih nyata,
dari semua mimpi yang pernah kupunya.
Cerminmu setia,
tak meminta apa-apa.
Meski tak kutampilkan diriku seutuhnya.
Meski tak kutemui kamu dengan etika.
(Seandainya kau lihat daster kumal-bernoda
yang kupakai seenaknya).

Bukankah kita hanya ingin tertawa?
Menautkan cermin-cermin kita,
menatap bayangan kita di sana;
keluh kesah, air mata, cerita-cerita sederhana.
Aneh, betapa sama!

Maka,
maukah kamu tetap di sana?
Biar berjarak, tak apa.
Asal terjaga, cermin-cermin kita.

(Sofie Dewayani, 29 Januari 2007)
 
Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement