|
Pertama kali saya mendengar istilah ini ketika kunjungan pertama saya di klinik bersalin, bidan yang menangani saya menawarkan saya untuk mempertimbangkan metode waterbirth (persalinan di dalam air) sebagai metode persalinan saya.
Hal yang pertama terbayang di otak saya, apa nantinya bayinya tidak tenggelam? Lalu pikiran berikutnya, bagaimana dengan darah dan berbagai cairan tubuh yang keluar, akankah bercampur baur dengan air di sekeliling saya, lalu apa pengaruhnya pada sang bayi? Metode persalinan di dalam air ini cukup populer di negara tempat tinggal saya, kira-kira dua per tiga rumah sakit di UK menawarkan metode tersebut. Tergelitik rasa ingin tahu, saya menelpon dan mengirim email ke beberapa teman saya yang pernah melahirkan di UK, siapa tahu ada yang pernah mencoba metode waterbirth. Tebakan saya benar, ada satu kenalan saya yang ternyata melahirkan anak keduanya dengan metode waterbirth. Mendengarkan pengalaman manis beliau, saya terdorong ingin tahu lebih jauh tentang waterbirth. Waterbirth dipercayai para pendukungnya mempunyai beberapa kelebihan dibanding metode persalinan lainnya. Air hangat memang telah terbukti dapat mengurangi rasa sakit ketika dalam tahap awal persalinan dan telah diterima sebagai salah satu terapi pengatas rasa sakit. Hal ini disebabkan rasa nyaman si ibu ketika berendam di air hangat membuat hormon adrenalin yang diproduksi tubuh menjadi sedikit dan hormon endorphin, penahan rasa sakit alami dari tubuh, meningkat produksinya. Waterbirth mengambil langkah lebih jauh lagi dengan memanfaatkan air hangat sebagai pengatas rasa sakit tidak hanya pada tahap awal proses persalinan tapi hingga bayi lahir. Selain itu walaupun belum terbukti secara klinis, sebuah studi perbandingan di Swiss [5], menunjukkan bahwa dibanding metode lainnya, ibu-ibu yang memilih metode persalinan ini lebih sedikit memerlukan penahan sakit dalam bentuk lain, seperti misalnya pethidine atau epidural. Lebih jauh lagi studi perbandingan ini menunjukan ibu-ibu yang memilih metode ini, lebih sedikit yang memerlukan episotomy dan sobekan di perineumnya juga relatif lebih ringan. Selain itu air di dalam kolam persalinan membantu mengurangi beban berat dan memungkinkan si ibu merasa lebih nyaman dalam memilih posisi melahirkan. [4, 5] Bagaimana dengan kemungkinan bayi tenggelam? Ketika bayi lahir, plasenta memproduksi postaglandin yang cukup tinggi yang menyebabkan otot bayi yang digunakan untuk bernapas berhenti bergerak untuk sementara waktu. [10] Tentu saja, begitu bayi lahir, bidan atau dokter tidak akan berlama-lama membiarkan bayi di dalam air, tetapi langsung mengeluarkannya dari dalam kolam. Yang pertama harus disadari oleh para ibu pemilih metode ini, waterbirth tidaklah sesederhana berendam lalu melahirkan di kolam air hangat. Beberapa batasan dan prosedur telah ditetapkan untuk menjamin keamanan metode waterbirth, secara umum baik ibu maupun bayi dalam kandungan haruslah dalam keadaan sehat dan tidak ada komplikasi apa pun dan tidak dalam situasi khusus seperti misalnya bayinya kembar atau posisi bayi sungsang. Bidan atau dokter yang menangani pun harus mempunyai keahlian dalam menangani persalinan dalam air, tidak semua bidan atau dokter dapat melakukannya. Pelaksanaan waterbirth tidaklah sembarangan, dari ukuran dan kedalaman kolam sampai dengan temperatur air di dalam kolam persalinan pun harus diatur agar tidak membahayakan bayi. Selain itu tentu juga faktor ibu yang melahirkan juga penting. Seorang teman saya, membatalkan niatnya untuk melaksanakan waterbirth karena baru sekitar beberapa menit di dalam kolam, muncul perasaan was-was. Tentu saja, jika ibu tidak merasa aman, metode ini malah dapat mengundang bahaya. [2,3,4] Karena metode ini masihlah relatif baru, pro dan kontra terhadap metode ini tentu saja banyak terjadi. Walaupun infeksi saluran pernapasan pada bayi yang dilahirkan secara waterbirth ini jarang terjadi, tetapi resiko ini tetaplah harus diperhitungkan [7,8,9]. Bagitupula resiko pendarahan baik bagi ibu dan bayi, harus juga dipertimbangkan jika Anda hendak memilih metode ini [7]. Lebih lanjut lagi, walaupun studi perbandingan di Swiss [5] menunjukkan hal yang positif, studi perbandingan di UK menunjukkan tidak ada perbedaan yang terlalu jauh antara metode waterbirth ini dengan metode persalinan lainnya [6]. Yang jelas, studi lebih lanjut dan mendalam tentang waterbirth ini sedang gencar dilakukan untuk lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan penggunaan metode ini untuk ibu dan bayi. Daftar pustaka: - Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Waterbirth)
- Guidelines for warm water immersion for labur and Birth by Cheshire Medical Centre
(http://data.memberclicks.com/site/wi/Cheshire_Medical_Center2.pdf) - OHSU guidelines (http://data.memberclicks.com/site/wi/OHSU_2001_guidelines.PDF)
- Immersion in Water During Labour and Birth. RCOG/Royal College of Midwives - Joint statement No.1
((http://www.rcog.org.uk/index.asp?PageID=546) - Geissbuhler V, Eberhard J. A Comparitive Study of Over 2,000 Waterbirths. Fetal Diagnosis and Therapy. 2000;15:291-300 (http://data.memberclicks.com/site/wi/FD_T_Waterbirth-AComparitiveStudy.pdf)
- Harper B. Collaborative Waterbirth Audit. Midwifery Today Magazine, Summer 2002 (http://data.memberclicks.com/site/wi/MIDIRS_Collaborative-Waterbirth-Audit.pdf)
- Schroeter, K. Water Births: A Naked Emperor. Pediatrics. 2004;114: 855-858 (http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/114/3/855)
- Bowden K, Kessler D, Pinette M, Wilson E. Underwater birth: missing the evidence or missing the point? Pediatrics. 2003;112 :972 –973 (http://data.memberclicks.com/site/wi/Underwater_Birth-Missing_the_Evidence_or_Missing_the_Point.pdf)
- Gilbert R. Water birth—a near-drowning experience [commentary]. Pediatrics. 2002;110 :409
(http://data.memberclicks.com/site/wi/Pediatrics_article.pdf) - Waterbirth International FAQ (http://www.waterbirth.org/mc/page.do?sitePageId=38564)
|