We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Modal Dua Karet Gelang
Modal Dua Karet Gelang E-mail
Pengirim: Wiwit Wijayanti   
Rabu, 07 Pebruari 2007

Setiap hari, saat saya memarkir kendaraan di tempat parkir kantor, saya selalu bertatapan dengan wajah-wajah datar pak tukang parkir. Tanpa senyum, tapi tak juga menampakkan kekesalan. Hanya sekali-kali wajah-wajah datar itu mengangguk membalas sapa para pengendara yang datang dan pergi.

Tak hanya di tempat parkir, di toko, pesawat, rumah sakit dan di tempat-tempat pelayanan publik lainnya, seringkali terlihat wajah-wajah datar dari petugas pelayanannya. Padahal jelas-jelas tugas mereka adalah melayani orang. Bagaimana orang bisa merasa nyaman dengan pelayanan mereka jika ekspresi wajahnya saja sudah tidak menyenangkan? Hasilnya, para petugas dengan wajah datar tersebut tidak bisa menghasilkan output kerja yang maksimal karena pengguna jasanya tidak puas.

Begitu juga di rumah. Seringkali kita sebagai ibu rumah tangga yang telah lelah dengan seabrek pekerjaan rumah memasang masam. Jadi lebih sering ngambek kepada suami, jadi lebih mudah marah pada anak-anak.. Padahal sikap seperti itu justru sering memancing reaksi negatif. Suami yang juga sudah lelah bekerja jadi mudah marah karena pulang-pulang disambut dengan wajah masam. Anak-anakpun semakin membangkang jika diperingatkan atau dilarang dengan keras. Suasana rumah menjadi tidak nyaman.

Lalu harus bagaimana? Seorang trainer dalam pelatihan pelayanan yang pernah saya ikuti menjelaskan bahwa yang diperlukan hanya dua buah karet gelang. Satu karet diikatkan ke ujung bibir kanan lalu dikaitkan ke telinga kanan, karet satunya diikatkan ke ujung bibir kiri lalu dikaitkan ke telingan kiri. Jadilah bibir kita TERSENYUM. Ya, senyum merupakan kunci sukses untuk melakukan komunikasi antar manusia yang efektif. Dengan senyum segalanya jadi lebih ringan dan menyenangkan. Masalah yang dihadapi  akan lebih mudah dan cepat terurai karena pihak yang bermasalah dengan kita juga akan berkurang ketegangannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah klinik syaraf di Illinois, Amerika Serikat membuktikan bahwa aktivitas tersenyum identik dengan olah raga. Hanya dengan sekali tersenyum ringan, 800-an otot manusia disekitar wajah, telah berkontraksi dan itu merupakan excersice yang efektif bagi kesehatan otot kita. Jadi, dengan tersenyum kita juga berolah raga dan tentunya menyehatkan. Lalu mengapa kita masih enggan tersenyum bila ber-relasi dengan sesama manusia? Tersenyum adalah hal kecil yang bisa menimbulkan efek yang luar biasa. Senyum bukan hanya menggerakkan otot-otot wajah, tetapi juga menggerakkan hati dan jiwa. Penelitian ini diperkuat oleh hasil riset yang dilakukan Dr Patch Adam, seorang dokter ahli kejiwaan di West Virginia, Amerika yang dibantu oleh 1.000 dokter dan perawat dan telah membuktikan bahwa pasien bisa sembuh dengan sendirinya melalui senyuman.

Tidak hanya berguna untuk menyelesaikan masalah, tersenyum juga merupakan sedekah, akrena dengan tersenyum kita akan membahagiakan orang-orang di sekitar kita. Dengan senyuman kita juga lebih mudah memikat orang lain. Bukankah orang yang memikat Anda adalah orang yang selalu tersenyum ceria dan menyenangkan ? Anda akan menemukan bahwa orang yang tidak Anda sukai pun akan lebih menarik bila ia tersenyum. Mengapa senyum mempunyai kekuatan yang besar? Sebab senyum mengisyaratkan cinta, mencerminkan penerimaan.

Betapa puasnya orang-orang yang menerima pelayanan kita saat kita memberikannya dengan senyuman. Betapa bahagianya keluarga kita jika mereka melihat dan merasakan dengan jelas bagaimana kita mencintai mereka. Tapi kan seseorang pasti ada batas kesabarannya, masak bisa tersenyum terus? Pasti banyak yang mempertanyakan hal ini. Ada jurus untuk menghadirkan senyum walau hati sedang kisruh. Ambil nafas dalam-dalam, tahan selama lima sampai sepuluh detik, lalu hembuslah kembali. Aktivitas pernafasan ini bisa melancarkan peredaran darah dan mengurangi beban pikiran. Setelah suasana terkendali, lantas tersenyumlah. Bahkan kadang tak perlu dengan kata-kata, cukup dengan senyuman saja. Say it with smile.

Jadi, jangan lupa selalu sediakan dua karet gelang di saku anda. Segera pasang jika diperlukan. Jangan sampai benang semakin kusut, jangan sampai air semakin keruh. Uraikan dan jernihkanlah dengan senyuman anda, Hanya perlu modal dua buah karet gelang saja. Tidak sulit kan? (Wiwit Wijayanti)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement