Kubuka mukena yang setia bersamaku sepanjang malam ini. Kulipat tiga memanjang, lalu kulilitkan ke leher. Dengan begini aku berharap dapat melindungi kuduk dari hembusan angin malam. Angin yang menerobos masuk lewat jendela kamar yang sengaja kubiarkan terbuka.
Beberapa hari yang lalu saya dan suami sempat mengikuti acara dokumentasi perjalanan hidup Yusuf Islam alias Cat Stevens. Cat Stevens: eine Wahre Geschichte sebuah sendung 56 menit yang produksi oleh stasiun televisi ternama ORF di Austria, amat menarik untuk diikuti. Khususnya bagi saya yang memang teramat menyukai musik musik yang Yusuf Islam a.k.a Cat Stevens ciptakan.
Surga itu di telapak kaki Ibu. Entah sejak kapan orang mulai mengenal ungkapan ini, tapi yang jelas, makna dan efek yang ditimbulkannya sangatlah mendalam. Dulu sewaktu belum menjadi seorang ibu, tak pernah aku begitu menghayati maknanya. Tapi Tuhan memang Maha Adil. Ditunjukkan-Nya padaku bagaimana mulia dan tak tertandinginya seseorang yang berjulukan Ibu itu. Menjadi seorang Ibu ternyata tidaklah sesederhana kedengarannya.