|
Pengirim: Dian Mahdi
|
|
Selasa, 28 Pebruari 2006 |
|
“Suaranya kecil sekali tadi, Nak? Juga ritmenya terlalu cepat!” demikian kusambut anakku, yang baru saja turun dari pentas, membacakan cerita untuk para orang tua pada malam persembahan di sekolahnya.
Dia tidak menyahut. Sekerlip binar di matanya padam.
“Lihat tidak temanmu Steve? Wow! Dia ekspresif sekali. Suaranya juga lantang. Penonton menyambutnya dengan tepuk tangan meriah lho!” komentar ini masih sempat kulemparkan sebelum dia duduk di kursi di sebelahku. |
|
Selengkapnya...
|